Senin, 06 Jan 2020 09:44 WIB

Pneumonia 'Misterius' Gemparkan China, Ini Imbauan Kemenkes RI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Wabah pneumonia misterius gemparkan China (Foto: iStock) Wabah pneumonia 'misterius' gemparkan China (Foto: iStock)
Jakarta - Pada 31 Desember 2019, organisasi kesehatan dunia WHO mendapat laporan soal wabah pneumonia yang terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei Cina. Dari 44 kasus pneumonia yang dilaporkan, 11 pasien mengalami sakit parah, sementara 33 pasien lainnya dalam kondisi stabil. Menurut laporan media, pasar yang bersangkutan di Wuhan ditutup pada 1 Januari 2020 karena sanitasi lingkungan dan desinfeksi.

Hingga saat ini, penyebab wabah pneumonia masih 'misterius' karena belum diidentifikasi atau dikonfirmasi. Otoritas nasional melaporkan bahwa semua pasien diisolasi dan menerima perawatan di institusi medis Wuhan. Tanda-tanda dan gejala klinis yang ditemukan akibat wabah pneumonia ini ditandai dengan demam, dan beberapa pasien juga mengalami kesulitan bernafas.

Mengutip WHO, menurut pihak berwenang, beberapa pasien ini adalah pedagang di pasar Seafood Huanan. Berdasarkan informasi awal dari tim investigasi China, tidak ada bukti penularan signifikan dari manusia ke manusia maupun infeksi pada petugas kesehatan.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, dan tidak panik.



Berikut imbauan yang dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI:

1. Gejala umum dari pneumonia adalah demam, batuk, dan sukar bernapas. Jika merasakan gejala penyakit seperti ini agar segera berobat ke Puskesmas, Rumah Sakit, fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.

2. Agar tetap sehat, hendaknya masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari dan berkelanjutan dengan makan makanan bergizi, menu seimbang, cukup buah sayur, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, cukup istirahat, dan segera berobat jika sakit.

3. Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk ke Hongkong, Wuhan, atau Beijing:

- Memperhatikan perkembangan penyebaran penyakit ini di Tiongkok atau berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat.
- Selama di Tiongkok agar menghindari berkunjung ke Pasar Ikan atau tempat penjualan hewan hidup.
- Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat ke fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.
- Jika setelah kembali ke Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernapas agar segera berobat.

4. Memperhatikan informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan RI.



Simak Video "Viral Video Paru-paru Jadi Hitam karena Merokok Puluhan Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)