Selasa, 07 Jan 2020 05:05 WIB

Round Up

Wabah Pneumonia 'Misterius' Gemparkan China, Indonesia Turut Waspada

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Wabah pneumonia misterius tengah menggemparkan China (Foto: iStock) Wabah pneumonia 'misterius' tengah menggemparkan China (Foto: iStock)
Jakarta - Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendapat laporan soal wabah pneumonia yang terdeteksi di Kota Wuhan, China. Ditemukan sebanyak 44 kasus yang mengidap pneumonia, 11 pasien mengalami sakit parah, 33 pasien lainnya dalam kondisi stabil. Bahkan, kini laporan terbaru kasus pneumonia meningkat menjadi 59 kasus.

Beragam spekulasi terkait wabah pneumonia ini pun sempat muncul, salah satunya diduga karena akibat SARS, dan flu burung. Namun, mengutip CNN, Komisi Kesehatan Wuhan memastikan bahwa sejumlah sumber infeksi telah dikesampingkan, termasuk influenza, flu burung, dan penyakit pernapasan umum. SARS juga tidak disebutkan sebagai penyebab dari mewabahnya pneumonia misterius di China.

Terkait hal itu, sejumlah negara turut meningkatkan kewaspadaan. Seorang bocah di Singapura sempat diisolasi karena baru datang dari China, meski belakangan terbukti tidak terkait pneumonia. Demikian juga Indonesia, kewaspadaan juga turut ditingkatkan.

"Sebenarnya kalau seberapa besar, tetap kita memiliki risiko. Karena zaman sekarang orang mobilisasi tinggi ya, Orang jalan-jalan ke China, ke Hongkong jadi tetap ada," kata dokter paru dari RSP Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP(K) saat dihubungi detikcom.

Tak ketinggalan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mewaspadai pasien yang mengidap pneumonia. Pasien yang mengidap pneumonia akan melalui beberapa tindakan sebagai pencegahan lebih lanjut guna menghindari risiko masuknya wabah pneumonia misterius dari China.

"Jika ditemukan pasien seperti di Wuhan akan dilakukan perawatan, pengobatan, isolasi, serta melakukan investigasi dan penanggulangan untuk mencegah penyebaran penyakit meluas," dikutip dari situs resmi Kemenkes RI.

Selain itu, Kemenkes juga memastikan akan terus memantau kemungkinan ditemukannya virus atau mikroorganisma baru dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien pneumonia berat, dan memantau perkembangan penyakit pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya di dunia agar dapat segera dilakukan langkah yang diperlukan di Indonesia.



Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono, juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, dan tidak panik.

Berikut imbauan yang dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI:

1. Gejala umum dari pneumonia adalah demam, batuk, dan sukar bernapas. Jika merasakan gejala penyakit seperti ini agar segera berobat ke Puskesmas, Rumah Sakit, fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.

2. Agar tetap sehat, hendaknya masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari dan berkelanjutan dengan makan makanan bergizi, menu seimbang, cukup buah sayur, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, cukup istirahat, dan segera berobat jika sakit.

3. Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk ke Hongkong, Wuhan, atau Beijing:

- Memperhatikan perkembangan penyebaran penyakit ini di Tiongkok atau berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat.
- Selama di Tiongkok agar menghindari berkunjung ke Pasar Ikan atau tempat penjualan hewan hidup.
- Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat ke fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.
- Jika setelah kembali ke Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernapas agar segera berobat.

4. Memperhatikan informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan RI.



Simak Video "Taiwan Desak China Beberkan Detail Wabah Virus Korona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)