Selasa, 07 Jan 2020 17:00 WIB

Kebiasaan Mengoles Balsem di Bawah Hidung Bisa Sebabkan Masalah Pernapasan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Penggunaan balsem menimbulkan masalah pernapasan. (Foto: iStock)
Jakarta - Saat sedang flu dan merasa hidung mampet atau tersumbat, banyak orang yang mengoleskan balsem di bawah hidung mereka untuk melegakan hidung yang tersumbat.

Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak lama karena dianggap cara yang paling efektif meredakan flu dan hidung tersumbat. Namun kali ini kamu nampaknya harus meninggalkan kebiasaan tersebut.

Diceritakan oleh Hawa J Edriss, seorang dokter yang bekerja di St Joseph Hospital, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu ia menangani pria paruh baya yang sering mengoleskan balsem di bawah hidungnya setiap kali flu dan telah melakukan kebiasaannya selama lebih dari 10 tahun.

Sayangnya karena kebiasaanya tersebut ia dirawat karena mengalami komplikasi dan gangguan pernapasan. Dalam CT scan paru pria tersebut, awalnya dokter mengira ia mengalami pneumonia dan hanya diberikan antibiotik. Namun pria tersebut tak kunjung membaik.


"Ternyata pria itu mengidap kondisi yang disebut pneumonia lipoid eksogen," tulis dr Hawa di postingan Facebook miliknya, dikutip dari World of Buzz.

Pneumonia lipoid eksogen adalah kondisi langka yang jarang terdiagnosis. Biasanya disebabkan oleh inhalasi atau aspirasi dari lemak hewani atau nabati yang masuk ke saluran napas.

"Kondisi ini dapat berdampak pada saluran pernapasan dalam 30 menit dan kekeruhan paru-paru dapat muncul pada sebagian besar pasien dalam waktu 24 jam," sebutnya.

Untuk itu, dokter mengimbau agar tidak mengoleskan balsem di bawah hidung karena kebanyakan balsem mengandung petrolatum, minyak kayu putih, minyak cedarleaf, minyak pala, timol dan minyak terpentin, yang semuanya dapat menyebabkan kekeruhan paru-paru.



Simak Video "Taiwan Desak China Beberkan Detail Wabah Virus Korona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)