Rabu, 08 Jan 2020 05:30 WIB

Round Up

Predator Seks Reynhard Sinaga, 'Chemsex' dan Ciri-ciri Psikopat

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Reynhard Sinaga, predator seks yang memperkosa 48 pria di Inggris (Foto: GMP via AP)
Jakarta - Reynhard Sinaga, WNI yang divonis penjara seumur hidup di Manchester, Inggris, karena telah terbukti melakukan pemerkosaan sebanyak 195 kali pada 48 pria. Hakim yang bertugas mengadilinya menyebutnya 'predator seksual jahat'.

Dalam bukti video, para korbannya terekam dalam kondisi tak sadarkan diri. Dikutip dari Irishtimes, hakim meyakini obat yang dipakai adalah GHB (gamma-hydroxybutyrate). GHB digunakan untuk anti depresi, suplemen diet dan pembentukan otot. Populer sebagai 'chemsex' di kalangan gay, GHB juga dikenal dengan potensi penyalahgunaannya sebagai 'date rape drug'.

"Rasanya seperti air, tapi ada larutan di dalamnya, hampir seperti asin. Tidak bening seperti air. Setelah minum, lalu tak sadar lagi" kata seorang korban Reynhard dalam kesaksian yang diberikannya.



Kebanyakan dari korban yang tidak mengetahui dirinya mengalami pelecehan seks, rentan stres dan depresi. Menurut spesialis kejiwaan dari RSJ Marzoeki Mahdi, dr Lahargo Kembaren, SpKJ secara umum, dampak kekerasan seksual pada pria dan wanita hampir serupa.

"Secara khusus pada laki-laki yang menjadi korban kekerasan seksual, mereka merasa khawatir dan berpikir mengenai maskulinitas, seksualitas, khawatir pendapat orang yang akan menganggap mereka homoseksual dan fakta bahwa mereka tidak bisa mencegah kekerasan seksual tersebut," katanya kepada detikcom, Selasa (7/1/2020).



Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menyebutkan, efek traumatis yang didapatkan pria korban kejahatan seksual ini tentu lebih tinggi. Belum lagi di Indonesia sendiri belum tersedia unit perlindungan untuk para pria korban kejahatan seksual.

"Tetapi dengan kondisi bahwa mereka umumnya adalah pria heteroseksual yang diperkosa oleh homoseksual memberikan trauma tambahan. Pasti merasa terhina. Dampak lainnya bisa bunuh diri hingga gangguan emosi," jelas psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate.


Para penyidik yang menangani kasus Reynhard ini juga menjuluki dirinya dengan beberapa sebutan. Penyidik senior Inspektur Detektif Zed Ali, menjuluki Reynhard sebagai seorang psikopat. Namun, penyidik lainnya yang tidak disebutkan namanya menyebut predator seks ini sosiopat, karena tidak menunjukkan rasa bersalahnya.

Tudingan bahwa Reynhard adalah psikopat juga dilontarkan netizen karena pria ini selalu tersenyum, bahkan dalam persidangan tidak menunjukkan penyesalan. Meski begitu, psikolog mengatakan tidak serta-merta bisa disimpulkan dirinya psikopat.

"Karena pembelaan dirinya adalah not guilty (tidak bersalah), bukan psikopat (jadinya senyum-senyum)," kata psikolog forensik Reza Indragiri Amriel.



Simak Video "Ramai Soal Reynhard Sinaga, Ini Ciri-ciri Predator Seks"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)