Jumat, 10 Jan 2020 12:20 WIB

Gus Miftah Dirawat Usai Ceramah, Ini Bahaya Remehkan Dehidrasi

Firdaus Anwar - detikHealth
Gus Miftah dilarikan ke RS. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - KH Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah sempat dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang dini hari tadi usai memberikan ceramah. Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan RSUD dr R Soetrasno Rembang, Nurdin, membenarkan kabar tersebut.

"Jadi Jumat dini hari, sekitar jam 1 ditangani di IGD. Oleh IGD didiagnosa mengalami dehidrasi. Jadi ada tanda-tanda dehidrasi di antaranya hipotensi," jelas Nurdin saat ditemui detikcom di kantornya, Jumat (10/1/2020).

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan cairan dan biasanya ditandai dengan kemunculan rasa haus atau mulut kering. Sayangnya kadang karena berbagai alasan tanda-tanda dehidrasi tersebut dihiraukan beberapa orang.

Ahli kerap mengimbau jangan meremehkan dehidrasi karena dapat menyebabkan komplikasi serius. Berikut beberapa contohnya:


1. Gangguan ginjal

Gangguan ginjal adalah kejadian yang dapat terjadi karena dehidrasi dan sebetulnya bisa diobati jika diatasi sejak dini.

Ketika dehidrasi berlangsung volume cairan dalam tubuh menurun sehingga tekanan darah juga bisa ikut turun. Ini dapat menurunkan aliran darah ke organ vital termasuk ginjal sehingga mengganggu kinerjanya.

2. Hilang kesadaran

Menurunnya pasokan darah ke otak karena dehidrasi bisa menyebabkan seseorang mengalami kebingungan, kehilangan kesadaran, bahkan bisa sampai koma. Ini terjadi karena sel-sel otak mengalami kematian akibat kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi.

3. Syok

Ketika terjadi kekurangan cairan kemampuan tubuh untuk mengirimkan oksigen ke organ-organ vital secara umum bisa menjadi tidak memadai. Fungsi sel dan organ akan mulai mengalami kegagalan yang dapat berujung syok bila tak segera ditangani.

4. Kondisi terkait panas

Beberapa kondisi yang berhubungan dengan panas tinggi dapat terjadi ketika tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu akibat dehidrasi. Sebagai contoh mungkin saja seseorang mengalami otot keram, merasa lelah, dan sakit kepala. Situasi ini dapat berkembang menjadi heat stroke.

5. Abnormalitas elektrolit

Abnormalitas elektrolit dapat terjadi ketika bahan kimia penting seperti natrium, kalium, dan klorida hilang dari tubuh melalui keringat. Sebagai contoh, pasien dengan diare atau muntah-muntah dapat kehilangan banyak potasium. Hal tersebut bisa mengakibatkan kelemahan otot dan gangguan irama jantung.

Tenaga kesehatan dapat memantau kadar elektrolit dengan memeriksa tes darah.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)