Jumat, 10 Jan 2020 13:08 WIB

Gus Miftah Dirawat karena Dehidrasi, Ini Hubungannya dengan Hipotensi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Gus MIftah dirawat karen dehidrasi, ini hubungannya dengan hipotensi. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - KH Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah sempat dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang pada dini hari tadi. Gus Miftah didiagnosis mengalami dehidrasi.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan RSUD dr R Soetrasno Rembang, Nurdin membenarkan kabar Gus Miftah yang sempat dirawat di rumah sakit tersebut.

"Jadi Jumat dini hari, sekitar jam 1 ditangani di IGD. Oleh IGD didiagnosa mengalami dehidrasi. Jadi ada tanda-tanda dehidrasi diantaranya hipotensi," jelas Nurdin saat ditemui detikcom di kantornya, Jumat (10/1/2020).

Menanggapi hal ini, spesialis jantung dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, menjelaskan dehidrasi memang berhubungan dengan hipotensi, yaitu kondisi ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Mengapa begitu?

Menurutnya, volume cairan dalam tubuh termasuk faktor yang menentukan kestabilan tekanan darah. Ketika kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi, volume darah juga dapat berkurang. Kondisi ini dapat memicu penurunan tekanan darah.

Baca juga:

"Bisa berhubungan kalau dengan dehidrasi berat, tetapi ini bukan satu-satunya yang menyebabkan hipotensi ya, ini hubungannya jika dengan dehidrasi," jelasnya saat dihubungi detikcom.

dr Vito menambahkan dehidrasi juga bisa disebabkan karena kurangnya asupan cairan pada tubuh.

"Cukup kan cairan. Nggak usah terlalu terpaku dengan 8 gelas per hari. Dikira-kira saja, kalau memang sulit kan bisa juga dengan 2 gelas di pagi hari, siangnya juga minum 2 gelas lagi, dilanjutkan sore, dan malam hari," pungkasnya.

Selain itu, dr Vito menegaskan asupan cairan harus disesuaikan dengan kegiatan, atau aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Menurutnya, minimal 1500 cc sampai 2000 cc yang perlu kita konsumsi setiap hari.

Baca juga:


Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)