Jumat, 10 Jan 2020 17:30 WIB

Butuh Waktu Lama untuk Tes Toksikologi, Begini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Alasan butuh waktu lama untuk lakukan tes toksikologi. Foto: Makam Lina Dibongkar. Dony/detikHOT
Jakarta - Umumnya, pemeriksaan toksikologi akan dilakukan jika penyebab kematian masih belum bisa dipastikan secara jelas. Selain itu, orang yang meninggal diduga karena keracunan juga harus menjalani tes ini. Jenazah Lina, eks istri Sule, harus melewati tes ini guna mencari penyebabnya meninggal yang sebenarnya.

Untuk melengkapi pemeriksaan, ahli forensik RS Bhayangkara Sartika Asih Polda Jabar, AKBP Robert Tanjung mengatakan masih perlu melakukan tes toksikologi di Puslabfor Mabes Polri. Ini dilakukan guna mencari kemungkinan adanya racun atau zat lain di dalam tubuhnya. Tapi, ini membutuhkan waktu.

"(Pemeriksaan toksikologi) itu memerlukan waktu satu sampai dua minggu. Nanti setelah hasil itu ada, kita serahkan ke penyidik. Nanti penyidik lah yang menentukan," tuturnya.


Menurut para ahli patologi dari College of American Pathologists, untuk mendapatkan hasil tes toksikologi forensik yang lengkap dan akurat itu harus melewati proses yang panjang. Hal ini mungkin terjadi karena ada banyak sampel atau bahan yang perlu diuji.

Ketua Komite Sumber Daya Toksikologi di College of American Pathologists, Barbarajean Magnani, PhD, MD, mengatakan ada banyak kemungkinan yang terjadi saat melakukan penelitian ini. Bisa jadi ada zat yang baru ditemukan dan perlu diteliti lebih jauh. Itu yang menyebabkan butuh waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

"Empat hingga enam minggu cukup standar (tes toksikologi). Selain itu, tidak menutup kemungkinan akan perlu tes laboratorium lain yang lebih khusus dan spesifik. Cukup melelahkan dan bisa membutuhkan waktu tambahan," ujarnya yang dikutip dari WebMD.



Simak Video "Cara Cegah Penyumbatan Darah seperti Penyakit Ustaz Yusuf Mansur"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)