Sabtu, 11 Jan 2020 18:20 WIB

Risiko Oplas Sembarangan, Mulai dari Kena Kanker Sampai Wajah Amburadul

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Pramugari Siwi polisikan akun @digeeembok (Jefrie/detikcom)
Jakarta - Pramugari Siwi Sidi jadi sorotan ketika namanya terseret kasus yang berkaitan dengan direksi Garuda Indonesia. Ia dituduh menjadi wanita simpanan salah satu atasannya dan telah mengubah penampilan lewat operasi plastik (oplas).

Menanggapi hal tersebut, Siwi melaporkan penyebar kabar ke polisi karena dianggap telah mencemarkan nama baik. Ia juga memberikan tanggapan soal tuduhan oplas.

"Setiap orang ingin cantik loh. Kita kan pribadi dan enggak merugikan orang lain itu aja sih," kata Siwi saat melakukan jumpa pers di Elza Syarief Law Office, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020) lalu.


Oplas memang bisa dilakukan untuk mempercantik penampilan dan hal ini dalam dunia medis biasanya disebut bedah kosmetik. Hanya saja yang perlu diingat oplas tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada risikonya.

Ahli bedah plastik dr Tompi, SpBP, menyarankan agar masyarakat tidak mudah tertarik melihat hasil oplas di berbagai media lalu buru-buru mengambil keputusan. Disarankan agar mencari saran dari dokter bedah plastik sebelum menjalani oplas.

dr Aditya Wardana, SpBP, dari Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pernah menjelaskan risiko terberat operasi plastik yang gagal adalah kematian. Ini karena operasi yang dilakukan sembarangan rentan menimbulkan komplikasi mulai dari infeksi, perdarahan, hingga cacat.

Penelitian juga mengungkapkan ada beberapa implan yang berkaitan dengan penyakit kanker.

"Risikonya banyak. Yang paling ringan adalah ketidaksesuaian hasil operasi dengan keinginan pasien," ungkap dr Aditya.



Simak Video "Mengapa Operasi Plastik Hasilnya Kadang Tak Memuaskan?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)