Minggu, 12 Jan 2020 05:30 WIB

Mematikan Tapi Sering Tak Bergejala, Begini Tips Cegah Kanker Serviks

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Vaksin HPV bisa cegah kanker serviks (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Kanker serviks menjadi momok menakutkan. Setiap wanita berisiko terkena penyakit ini.

Menurut dokter spesialis kandungan dari Rumah Sakit Kramat 128, Dr dr Gatot Purwoto, SpO(K)OnK, kanker serviks bisa dicegah dengan vaksin virus HPV (human papillomavirus).

"Yang paling umum itu tetap vaksin, sekarang sudah realistis. Kalau hidup sehat sudah anjuran umum. Memang kalau punya anak dari umur 11 sampai 12, di bawah 15 tahun sebaiknya sudah divaksin," kata dr Gatot, saat ditemui detikcom, Sabtu (11/1/2020).

Semakin muda wanita diberikan vaksin, maka akan lebih baik dan dosisnya pun sedikit. Namun bukan berarti di atas 15 tahun sudah tidak baik bila diberikan vaksin.



"Kedua, kalau sudah terlanjur dewasa, ya vaksin saja nggak apa-apa, mungkin masih sekolah SMA atau kuliah," ucap dr Gatot.

"Ketiga kalau udah mau kawin mau married, sudah bagus juga kalau menyadari dirinya vaksin dulu," lanjutnya.

dr Gatot juga menjelaskan, setiap wanita sebaiknya diberikan vaksin, walaupun sudah menikah dan mempunyai anak. Sebab vaksinasi berfungsi memberikan pertahanan agar virus HPV tak berkembang menjadi kanker serviks.

"Kalau saya punya mobil baru, ngerawatnya mau sekarang apa setelah tabrakan gitu?," Kata dr Gatot memberikan contoh gambaran.

Diketahui vaksinasi pada anak usia 9 sampai 14 tahun, dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang waktu 6 sampai 12 bulan. Pada remaja dan dewasa usia 15 sampai 26 tahun, dilakukan sebanyak tiga kali dalam rentang waktu suntikan pertama dan kedua adalah satu sampai dua bulan, sedangkan jarak suntikan ketiga adalah 6 bulan.



Simak Video "Pentingnya Lakukan Vaksinasi HPV Sebelum Menikah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)