Minggu, 12 Jan 2020 19:01 WIB

Ada Kemungkinan Racun pada Tubuh Lina, Bagaimana Memastikannya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Polisi telusuri kemungkinan keracuna pada Lina Jubaedah. Foto: Dony Indra/ detikhot
Jakarta - Proses autopsi terhadap jenazah Lina Jubaedah, eks istri Sule, telah dilakukan oleh tim forensik. Bahkan, mereka juga telah mengambil sampel untuk pemeriksaan toksikologi atau racun.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan, akan terus mendalami untuk mengetahui penyebab kematian ibu dari Rizky Febian itu. Mulai dari faktor kekerasan kecelakaan dan faktor racun.

"Terkait dengan racun kan bisa lain-lain, ada racun faktor obat juga bisa. Jadi dalam prosedur autopsi yang diduga karena ketidakwajaran penyebab kematian kan banyak," tuturnya saat dihubungi, Minggu (12/1/2020).

Jika memang ada racun, bagaimana bisa tidak diketahui?

Dikutip dari Emedicine Health, keberadaan racun di dalam tubuh bisa saja tidak diketahui atau dideteksi. Bisa jadi ada dua jenis racun yang berbeda di dalam tubuh. Misalnya, efeknya membuat jantung berdetak cepat. Tapi, hanya satu di antaranya yang bisa menyebabkan kulit dan mulut terasa kering.

Jadi, saat ada dua atau lebih jenis racun yang bekerja secara bersama, malah tidak akan menyebabkan gejala khas seperti orang keracunan. Bahkan tidak menunjukkan efek sama sekali, hingga tidak terdeteksi bahwa orang itu keracunan.

Hal seperti ini bisa dibuktikan melalui autopsi toksikologi. Agar hasil yang didapat lebih akurat dan bisa diketahui jenis hingga berapa besar kandungannya.


Simak Video "Pernah Keracunan, Mikha Tambayong Kini Jalani Hidup Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)