Selasa, 14 Jan 2020 05:26 WIB

Sering Terbangun Sebelum Alarm Berbunyi? Nyebelin, Tapi Ada Penjelasannya

Nurul Khotimah - detikHealth
Jam biologis membuat seseorang bisa bangun sebelum alarm berbunyi (Foto: iStock)
Jakarta - Saat tidur beberapa orang terbiasa memasang alarm agar tak bangun terlambat. Tapi pernahkah kamu terbangun sebelum alarm menyala? Beberapa dari kita pasti pernah mengalaminya. Tentu ini sangat mengganggu tidur.

Ketika tiba-tiba terbangun setiap orang akan mengalami perasaan bingung dan panik. Tapi bisa saja menguntungkan karena jam internal tubuh membuatmu jadi tidak telat bangun.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Science, semuanya berkat gen KDM5A yang kurang dikenal, dijuluki 'gen jam alarm'. Tapi bagaimana gen ini dapat berfungsi?

Sebuah protein yang disebut PERIOD (PER) naik di pagi hari hingga siang hari, memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk bangun. Semakin sore protein ini akan semakin menurun.

Penurunan kadar protein PER pada malam hari menyebabkan sistem biologis Anda melambat. Pelambatannya meliputi tekanan darah turun, detak jantung melambat dan proses mental berkurang.



Semua sinyal ini memberi tahu otak kalau sudah saatnya untuk pergi tidur. Gen alarm akan memberi kode pada protein dan mengaktifkan sirkuit biokimia PER yang mempertahankan siklus tidur dan bangun kita.

Jika kamu konsisten mempertahankan jadwal tidur, siklus bangun juga akan mengikuti pola harian. Tubuh akan menjadi pintar dalam memprediksi ketika bangun. Sehingga tingkat PER akan mulai naik yang melepaskan hormon dan memberitahu tubuh untuk bangun, sedikit sebelum jam alarm kamu berbunyi.

Ini penting bukan hanya bagi orang yang bangun beberapa menit lebih awal tetapi mereka yang menderita masalah serius mulai dari insomnia hingga penyakit Alzheimer. Dengan mengikuti pola tidur harian masalah seperti ini dapat teratasi dan tubuh ikut menjadi lebih sehat.

"Begitu banyak artinya menjadi sehat dan awet muda sampai tertidur lelap," jelas Satchidananda Panda, PhD, penulis pendamping penelitian dan profesor di Laboratorium Biologi Regulatori Salk Institute, dikutip dari The Health, Selasa (14/1/2020).



Simak Video "Ramuan Alami untuk Atasi Insomnia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)