Kamis, 16 Jan 2020 05:00 WIB

Round Up

Kerangka di Rumah Kosong, Dekomposisi Mayat dan Tulang yang Tak Terurai

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Dalam proses dekomposisi atau penguraian mayat, kerangka atau tulang belulang terurai pada tahap paling akhir (Foto: iStock) Dalam proses dekomposisi atau penguraian mayat, kerangka atau tulang belulang terurai pada tahap paling akhir (Foto: iStock)
Jakarta - Temuan kerangka misterius di sebuah rumah kosong menggemparkan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kerangka tersebut ditemukan dalam posisi duduk, tertutupi jas hujan warna biru telur asin.

Proses penyelidikan tengah dilakukan oleh kepolisian setempat. Kerangkanya sendiri telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

Dalam proses dekomposisi atau penguraian mayat, kerangka atau tulang belulang umumnya terurai pada tahap paling akhir. Jaringan tubuh lain yang lebih lunak lebih dulu terurai dalam beberapa tahap.

Tahap pertama diawali dengan autolisis, yakni ketika sel-sel tubuh mulai rusak dengan sendirinya. Ini terjadi sejak kematian terjadi dan pernapasan maupun peredaran darah berhenti. Terhentinya suplai oksigen mengawali penguraian secara kimiawi.



Proses selanjutnya adalah aktifnya mikroba yang akan melanjutkan penguraian. Metabolisme mikroba menghasilkan gas-gas yang membuat mayat tampak menggembung dan berbau menyengat. Perubahan warna juga terjadi pada tahap ini.

Belatung dan serangga mulai muncul pada fase berikutnya, yakni penguraian aktif. Jaringan-jaringan lunak pada tubuh akan mulai lembek dan mencair, hancur hingga tinggal menyisakan tulang dan sebagian rambut.

Kerangka kering yang tersisa menandai proses akhir dekomposisi. Butuh proses lebih lama hingga kolagen pada tulang terurai, dan lamanya bervariasi tergantung pengaruh lingkungan.



Simak Video "Cerdas! Sabun Brownis Ini Dibuat Anak SMA Lho"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)