Kamis, 16 Jan 2020 16:00 WIB

Bukan Vape, Ini Cara Berhenti Merokok Paling Tepat Menurut Dokter Paru

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vape bukan cara terbaik untuk berhenti merokok. (Foto: iStock) Vape bukan cara terbaik untuk berhenti merokok. (Foto: iStock)
Jakarta - Banyak yang beralasan menggunakan vape atau rokok elektrik sebagai salah satu cara berhenti merokok. Sebagian besar penggunanya mengaku dengan vape, kecanduannya pada rokok konvensional berkurang dan rokok elektrik membuatnya bisa benar-benar berhenti merokok.

Namun, menurut penuturan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), sampai saat ini vape bukanlah alternatif berhenti merokok.

"WHO tidak merekomendasikan rokok elektrik sebagai alternatif berhenti merokok," katanya saat dijumpai pada Rabu (15/1/2020).

Untuk mengurangi konsumsi rokok, ada dua alternatif dari WHO yang bisa dilakukan. Pertama dengan program konseling dan psikoterapi. Kedua dadalah konsumsi obat tertentu.


"Bisa juga datang ke puskesmas dan bisa ke rumah sakit. Disana dokter paru akan memberi pelatihan, terapi tambahan dan memberikan obat berhenti merokok yang direkomndasikan," tuturnya.

Dalam meningkatkan tingat keberhasilannya, biasanya pasien akan melakukan keduanya baik konseling dan memberikan obat. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk berhenti merokok seperti menempelkan nikotin patch sayangnya belum tersedia di Indonesia.

Namun tak berarti alternatif berhenti merokok di Indonesia kurang baik. Kata dr Agus, sudah banyak kok dokter yang punya sertifikat pelatihan berhenti merokok.

"Kita sudah melatih dokter paru, sekarang ada 100 lebih dokter paru yang bisa memberikan program ini di rumah sakit," pungkasnya.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)