Kamis, 16 Jan 2020 18:00 WIB

Sebenarnya Bisa Dicegah, Ini Penyebab Tingginya Kanker Serviks di Indonesia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kanker serviks jadi kanker paling mematikan kedua bagi wanita setelah kanker payudara. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Data Human Papillomavirus (HPV) Information Centre mencatat ada 32.469 kasus kanker serviks per tahun, dengan angka kematian 18.279 per tahun. Hal ini menjadikan kanker serviks sebagai kanker paling mematikan kedua setelah kanker payudara.

Lalu apa yang menyebabkan begitu banyaknya wanita di Indonesia mengalami kanker serviks?

Ahli onkologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Dr dr Arie Munandar, SpOnk Rad, mengatakan faktor kurangnya kesadaran dari masyarakat bisa jadi penyebabnya.

"Memang kesadaran dari masyarakat luas, masih belum terlalu baik. Sehingga memang ketika terjadi keluhan, baru mereka berobat kepada dokter," kata dr Arie saat ditemui detikcom di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Kamis (16/1/2020).

Strategi pencegahan yang tepat akan memudahkan turunnya angka kanker serviks di Indonesia.


"Sebenarnya memang kanker serviks termasuk salah satu kanker yang bisa dicegah dan diketahui sejak dini," jelasnya.

Menurutnya, dengan melakukan pemeriksaan skrining seperti pap smear dan IVA (inspeksi visual asam asetat) secara berkala akan menekan jumlah kanker serviks.

Sayangnya, edukasi tentang kanker serviks ini masih belum menyeluruh di Indonesia.

"Edukasi sebenarnya juga sudah banyak dilakukan. Ada namanya Komite Kanker Penanggulangan Nasional (KPKN), kemudian juga dari himpunan profesi, kemudian dari Kementerian Kesehatan. Bahkan banyak sekali kegiatan, seperti pap smear masal atau kegiatan IVA masal, itu juga sudah dilakukan," ucap dr Arie.

"Namun memang cakupan sampai benar-benar ke daerah mungkin yang belum sampai," tuturnya.



Simak Video "Pentingnya Lakukan Vaksinasi HPV Sebelum Menikah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)