Sabtu, 18 Jan 2020 11:00 WIB

Terpopuler: Kerangka Manusia di Rumah Kosong dan Proses Mayat Terurai

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kerangka manusia di rumah kosong. (Foto: dok. Polsek Margahayu)
Jakarta - Heboh penemuan kerangka manusia di sebuah rumah kosong di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kerangka manusia ini ditemukan dalam posisi duduk, tertutupi jas hujan warna biru telur asin.

Penemuan kerangka manusia ini menimbulkan pertanyaan bagaimana sebenarnya proses penguraian mayat?

Tulang-belulang atau kerangka yang tersisa setelah seseorang meninggal dunia merupakan salah satu pertanda akhir proses alamiah penguraian mayat. Proses itu sendiri terbagi menjadi beberapa tahap.

Tahap pertama diawali dengan autolisis, yaitu saat sel-sel tubuh mulai rusak dengan sendirinya. Ini terjadi sejak kematian terjadi dan pernapasan maupun peredaran darah berhenti. Terhentinya suplai oksigen mengawali penguraian secara kimiawi.


Proses selanjutnya adalah aktifnya mikroba yang akan melanjutkan penguraian. Metabolisme mikroba menghasilkan gas-gas yang membuat mayat tampak menggembung dan berbau menyengat. Perubahan warna juga terjadi pada tahap ini.

Belatung dan serangga mulai muncul pada fase berikutnya, yakni penguraian aktif. Jaringan-jaringan lunak pada tubuh akan mulai lembek dan mencair, hancur hingga tinggal menyisakan tulang dan sebagian rambut.

Kerangka kering yang tersisa menandai proses akhir dekomposisi. Butuh proses lebih lama hingga kolagen pada tulang terurai, dan lamanya bervariasi tergantung pengaruh lingkungan.



Simak Video "Jumlah Kematian Akibat Corona Tembus 1 Juta Jiwa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)