Senin, 20 Jan 2020 16:57 WIB

Jelang Imlek, RI Tingkatkan Kewaspadaan Penularan Pneumonia China

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ancaman pneumonia China jelang Imlek (Foto: Tripa Ramadhan)
Jakarta - Menjelang Tahun Baru Imlek, diperkirakan akan banyak terjadi migrasi penduduk baik dari atau ke China. Di tengah ancaman merebaknya coronavirus yang menjadi penyebab penyakit mirip pneumonia di Wuhan, China, seluruh negara, termasuk Indonesia, meningkatkan kewaspadaannya.

"Imlek ini adalah tantangan yang harus kita hadapi, jadi lalu lintas pengunjung China sedang meningkat," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta, dr Anas Ma'ruf, kepada media saat dijumpai di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Peningkatan kewaspadaan dilakukan dengan meningkatkan pengawasan di pintu masuk negara seperti pelabuhan dan bandara. Selain itu, dilakukan identifikasi pesawat yang datang dari China baik yang langsung atau transit.



"Semua daratan China diawasi juga. Hongkong, Beijing, Shanghai ke Jakarta. Tapi kita tidak boleh kehilangan yang masuk lewat transit dari Bangkok, Singapura, itu banyak sekali," tambah dr Anas.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga mewajibkan health alert card bagi para pendatang dari China. Jadi pada saat mereka datang, diberikan kartu kuning dan diwajibkan melaporkan 1-2 minggu apabila ada keluhan untuk disampaikan pada otoritas kesehatan.

"Jadi pertanyaan tambahan untuk memeriksa pasien selain gejala, umur, ditanyakan juga 'baru pulang dari mana'. Ini rekomendasi dari WHO," pungkasnya.



Simak Video "Taiwan Desak China Beberkan Detail Wabah Virus Korona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)