Senin, 20 Jan 2020 20:00 WIB

Sejarah Antraks dan Asal-usul Nama Penyakit Sapi Gila

Firdaus Anwar - detikHealth
Antraks mewabah di Gunungkidul. (Foto: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul.)
Jakarta - Apa itu penyakit antraks? Buat kamu yang penasaran, penyakit ini di Indonesia sering juga disebut sebagai penyakit sapi gila.

Antraks adalah penyakit zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang biasa menyerang hewan ternak pemakan rumput seperti sapi, kerbau, kambing dan domba.

Halaman fakta Pusat Pencegahan dan Pengendalian penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut penyakit antraks sudah dideskripsikan oleh bangsa Yunani dan Roma sekitar 700 tahun Sebelum Masehi. Baru pada tahun 1800-an peneliti berhasil mengidentifikasi bakteri penyebab antrax.

"Kala itu organisme penyebab antraks belum diketahui, namun dokter melihat kaitan antara penyakit dan rambut hewan. Karenanya penyakit ini dikenal juga dengan sebutan 'penyakit penyortir wol,'" tulis CDC.


Dalam tulisan ilmiah Asih Rahayu, dosen dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, antraks di Indonesia disebut mulai menyebar luas pada tahun 1884 di Teluk Betung. Sejak saat itu antraks sudah beberapa kali mewabah di berbagai daerah hingga kini yang terbaru dilaporkan terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

Tidak diketahui pasti kapan antraks mulai dikenal dengan sebutan penyakit sapi gila. Beberapa sumber menyebut kemungkinan karena antraks menyebabkan gejala pada hewan ternak khususnya sapi.

Sebutan penyakit sapi gila juga dipakai untuk kondisi berbeda yaitu bovine spongiform encephalopathy (BSE).

Kepala tim peneliti Halal Science Center (HSC) Drh Supratikno, MSi, PAVet, menyebut hewan yang terinfeksi antraks dapat menunjukkan gejala adanya darah keluar dari hidung, mulut, anus, dan vulva. Selain itu hewan juga bisa mengalami demam, tremor, sering ambruk, hingga akhirnya mati mendadak.

"Jika ada tanda tanda seperti itu maka segera lapor ke dinas, jika sudah mati harus dikubur ditempat hewan itu mati, tidak boleh dipindahkan ke tempat lain. Karena dikhawatirkan akan mencemari lingkungan," kata Supraptikno beberapa waktu lalu.

Hewan yang terinfeksi antraks tidak boleh disembelih, bangkainya pun tidak boleh dibuka karena bakteri yang ada dapat membentuk spora yang tahan panas dan disinfektan.



Simak Video "Ilmuwan China Yakin Vaksin Corona akan Bekerja 99%"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)