Selasa, 21 Jan 2020 06:30 WIB

Round Up

Batu Empedu Disangka Boba dan Ancaman Sesungguhnya Bola-bola Tapioka

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sering disangka boba, padahal batu empedu (Foto: Tangkapan layar Instagram)
Jakarta - Boba lagi-lagi viral di media sosial, seorang dokter bedah dalam video tersebut terlihat sedang memamerkan salah satu organ dalam yang menyerupai kantung empedu. Organ itu lalu dibedah, dan keluarlah butiran-butiran yang oleh beberapa orang diyakini sebagai boba.

"Hati2 ya temn2 kalau beli minuman ada boba nya, jangan sering2, di jaga kesehatan nya," tulis seorang netizen.

Menanggapi hal ini ahli pencernaan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), lebih meyakini gambar yang ditampilkan dalam video tersebut adalah kantung empedu dan tidak ada kaitannya dengan boba.

"Jadi nggak mungkin secara medis, tidak mungkin boba ada di kantung empedu seperti itu. Kalau saya lihat itu batu-batu kecil di kantung empedu. Masalahnya kan nggak jelas nih picturenya (organ yang ditunjukkan pada video) apa?" kata Prof Ari kepada detikcom, Senin (20/1/2020).

Menurutnya, kandungan boba yang merupakan karbohidrat tidak mungkin menyebabkan batu empedu. Sebab penyakit ini diakibatkan oleh kolesterol yang tinggi.



"Jadi orang-orang yang makan cokelat, keju yang tinggi lemak itu akan menyebabkan kolesterol tinggi. Kalau itu banyak kita temukan kasus-kasus (batu empedu) seperti itu. Jadi tidak mungkin boba yang kandungannya itu karbohidrat, tidak berubah bentuknya di dalam kantung empedu," ucap Prof Ari.

Meski bukan boba yang terdapat dalam video tersebut, bukan berarti boba tidak menyebabkan masalah kesehatan. Justru terlalu sering mengonsumsi boba akan meningkatkan risiko terkena kencing manis.

"Masalahnya gini, banyak orang itu makan gula terlalu berlebihan, misalnya minum minuman kemasan, dan karbohidratnya dikonsumsi pagi, siang, malam akhirnya apa? Di orang tersebut mengalami yang kita sebut penumpukan kadar gula yang tinggi, akhirnya mengalami kencing manis (diabetes) karena mengonsumsi kadar gula yang tinggi," jelas Prof Ari.

Kencing manis atau diabetes dapat menyebabkan penyakit komplikasi, seperti kerusakan saraf, tekanan darah tinggi, dan mengerasnya dinding pembuluh darah.

Tak hanya itu, Prof Ari juga mengatakan bahwa boba yang tidak dikunyah dengan benar akan sulit untuk dicerna.

"Kalau misalnya dia memiliki masalah di lambungnya dia itu akan menambah beban kerja untuk lambungnya. Jadi kan lambungnya bekerja ekstra, makanya kan kalau untuk orang-orang yang sakit maag itu tidak dianjurkan, karena apa? Karena ini sulit untuk dicerna," pungkasnya.



Simak Video "Takut Gendut? Ini Tips Minum Boba Rendah Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)