Rabu, 22 Jan 2020 13:09 WIB

Batuk Berdahak Ketika Udara Dingin, Alergi atau Bronkitis?

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
Foto: shutterstock
Jakarta - Kelembapan udara saat musim dingin menimbulkan berbagai bibit penyakit yang dapat menyerang tubuh, seperti flu demam dan batuk. Paparan udara dingin pada musim ini juga dapat memicu seseorang mengalami batuk berdahak yang hebat. Ada yang menyebut hal itu terjadi karena alergi, namun gejala bronkitis juga diawali dengan batuk berdahak. Jadi mana yang benar?

Melansir dari Medical News Today, bronkitis merupakan infeksi umum pada saluran pernapasan bagian bawah. Biasanya, virus yang sama yang menyebabkan flu biasa juga menyebabkan bronkitis. Penyakit ini biasanya menyebabkan batuk yang sering memunculkan lendir, sesak napas, hingga demam berdarah.

Sementara, batuk alergi ini tidak diketahui dengan pasti penyebab utamanya, karena setiap orang reaksi terhadap alergen (pencetus alergi) berbeda. Namun, beberapa penelitian menyebutkan alergi yang dapat menyebabkan batuk berdahak ini dapat disebabkan oleh debu, serbuk sari, udara dingin atau alergen umum lainnya.


Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr Helmin Agustina Silalahi juga mengungkapkan meski terdapat kesamaan bahwa refleks batuk ini dapat terjadi akibat adanya rangsangan atau stimulus pada reseptor batuk oleh udara dingin, aroma bau yang terlalu tajam seperti asap dan lainnya.

"Jika reaksi tubuh terlalu berlebihan menanggapi stimulus yang terjadi kemungkinan merupakan tanda alergi, namun jika batuknya timbul karena stimulus yang sangat ekstrem ada kemungkinan infeksi atau peradangan atau mungkin juga bronkitis," jelasnya kepada detikHealth baru-baru ini.

Bronkitis dapat bersifat akut atau kronis. Bronkitis akut timbul dengan cepat dan berlangsung selama beberapa hari atau minggu. Beberapa orang menyebut jenis ini sebagai dada yang dingin. Bronkitis kronis adalah kondisi jangka panjang yang dapat memanas sepanjang hidup seseorang.

Adapun cara terbaik untuk mengobati gejala bronkitis akut ini di rumah meliputi, perbanyak istirahat, minum banyak cairan, terutama minuman panas dengan madu dan minum obat batuk over the counter (OTC).


"Untuk kasus alergi dapat dicegah dengan menghindari kontak dengan alergennya, namun jika sudah terlanjur batuk dapat diberikan obat batuk yang sesuai, ekspektoran untuk batuk berdahak dan antitusif untuk batuk kering, ditambah obat untuk mengatasi gejala alergi seperti antihistamin dan anti peradangan," pungkas dr Helmin.

Sebagai alternatif, untuk meredakan dengan cepat. Jika batuk berdahak, gunakan obat yang tepat untuk dikonsumsi seperti Woods Expectorant. Sementara jika batuk Anda tidak berdahak bisa memilih Woods Antitusive. Obat ini mengandung dextromethorphan HBr untuk menekan batuk pada pusatnya dan diphenhydramine HCl untuk menghilangkan gatal di tenggorokan.

Simak Video "Apakah Kerokan Dapat Menyembuhkan Masuk Angin?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)