Kamis, 23 Jan 2020 08:30 WIB

Studi: Risiko Penyakit Jantung Bisa Diukur Melalui Lingkar Pinggang

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ukur lingkar pinggang untuk memprediksi risiko penyakit jantung. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Kelebihan berat badan atau obesitas memang sudah lama diketahui sebagai salah satu pemicu penyakit jantung. Namun studi terbaru menunjukkan risiko penyakit jantung pada seseorang bisa diprediksi melalui ukuran lingkar pinggang.

Dikutip dari CNN, studi yang diterbitkan oleh oleh European Journal of Preventative Cardiology mengatakan ukuran lingkar pinggang sangat erat kaitannya dengan penyakit jantung.

"Mempertahankan lingkar pinggang adalah cara penting untuk mencegah serangan jantung dan stroke di masa depan, terlepas dari berapa banyak obat yang kamu minum, atau seberapa sehat hasil dari tes darahmu," kata Dr Hanieh Mohammadi dari Karolinska Institute, Swedia.

Studi ini dilakukan pada 22.000 pasien di Swedia yang pernah mengalami serangan jantung pertama, dan melihat apakah ada hubungan antara lingkar pinggang dengan peristiwa yang disebabkan oleh tersumbatnya arteri, seperti adanya serangan jantung dan stroke.

Penelitian ini dilakukan selama empat tahun. Hasilnya, sekitar 1.232 pria dan 469 wanita mengalami serangan jantung atau stroke. Sebanyak 78 persen pria dan 90 persen wanita diketahui mengalami obesitas yang merupakan hasil dari pengukuran lingkar pinggang, yaitu 94 cm atau lebih untuk pria, dan 80 cm atau lebih untuk wanita.

Studi ini menemukan bahwa lemak perut erat kaitannya dengan serangan jantung dan stroke, terlepas dari faktor risiko lainnya seperti kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi, dan indeks massa tubuh. Para peneliti pun menekankan bahwa ukuran lingkar pinggang merupakan penanda yang lebih rinci daripada obesitas, dan menyarankan dokter untuk mengukur pinggang pasien agar dapat mengidentifikasi apakah adanya risiko terkena penyakit jantung atau tidak.



Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)