Kamis, 23 Jan 2020 13:00 WIB

Dokter Sebut Hotpot Tak Sehat dan Tinggi Garam, Sebaiknya Cukup Sebulan Sekali

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kandungan garam hotpot tinggi. (Foto: iStock)
Jakarta -

Hotpot yang juga dikenal dengan steamboat adalah makanan populer dari panci sup yang mendidih yang disajikan dengan daging, makanan laut sayuran, dan bahan lain yang dimasukkan ke dalam kaldu untuk dimasak.

Banyak yang meyakini mengonsumsi hotpot jauh lebih sehat karena mengandung makanan segar. Namun menurut ahli kesehatan di Mount Alvernia Hospital, hotpot memiliki kandungan garam atau natrium yang sangat tinggi.

Bahkan jenis kaldu yang dianggap lebih sehat seperti kaldu tomat atau sup jamur masing-masing mengandung 3.840 mg dan 5.723 mg natrium. Padahal batas konsumsi garam perhari hanya 2.000 mg atau sekitar 1 sendok teh garam.

Mengutip laman resmi Mount Alvernia Hospital, kaldu dengan kandungan natrium terbanyak adalah Bah Ku Teh dengan kadar 12.778 mg. Sementara kaldu ayam sedikit lebih rendah yakni sekitar 9.850 mg.

Meski bahan-bahan pelengkap untuk hotpot terbilang sehat dan segar, jika dimasukkan ke dalam kuah kaldu yang tinggi natrium seperti di atas pun akan memengaruhi nilai gizinya. Tak hanya kaldu, saus celup juga berperan dalam membuat hotpot menjadi tidak sehat.

Untuk itu, para ahli menyarankan agar tidak mengonsumsi hotpot lebih dari sebulan sekali, terutama bagi mereka yang menyukai kaldu tinggi lemak.

Konsumsi garam berlebihan telah dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit seperti hipertensi dan masalah ginjal. Makanan tinggi lemak pun menyebabkan penambahan berat badan dan peningkatan risiko penyakit jantung.



Simak Video "3 Gerakan Ampuh Penghilang Lemak Ala Mahendra"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)