Jumat, 24 Jan 2020 07:00 WIB

Radang Tenggorokan Disangka Virus Corona, Seperti Apa Gejalanya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Thermal scanner di bandara bisa mendeteksi kemungkinan infeksi, termasuk virus corona (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta -

Wisma BRI 2 dihebohkan kabar karyawan Huawei terinfeksi virus corona, Kamis (23/1/2020). Setelah diperiksa, diketahui karyawan yang juga warga negara China tersebut cuma radang tenggorokan.

"Pekerja Huawei tersebut telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan dari hasil diagnosa rumah sakit, dinyatakan bahwa pekerja tersebut terserang radang tenggorokan," kata Corporate Secretary Bank BRI, Hari Purnomo, dalam keterangannya, Kamis (23/1/2020).

Virus corona atau coronavirus menimbulkan gejala seperti pneumonia. Dikutip dari situs resmi WHO, umumnya gejala virus 2019-nCoV meliputi:

- demam
- batuk
- sesak napas, dan
- kesulitan bernafas.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan:

- pneumonia
- sindrom pernapasan akut
- gagal ginjal, atau
- gejala penyakit berat seperti MERS-CoV dan SARS.

Meski demikian, situasi yang berhubungan dengan 2019-nCoV masih belum jelas. Walaupun telah mengakibatkan sejumlah kematian, beberapa pasien hanya mengidap gejala ringan dan dipulangkan.

Sementara itu radang tenggorokan atau faringitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Mengutip Mayo Clinic, gejala umumnya adalah rasa sakit atau gatal karena adanya iritasi pada tenggorokan.

Infeksi yang menyebabkan sakit tenggorokan dapat dibarengi gejala lain seperti:

- demam
- batuk
- hidung berair
- bersin
- pegal-pegal
- sakit kepala
- sampai mual dan muntah.

Radang Tenggorokan Disangka Virus Corona, Seperti Apa Gejalanya?Foto: infografis detikHealth
Radang Tenggorokan Disangka Virus Corona, Seperti Apa Gejalanya?


Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)