Jumat, 24 Jan 2020 09:39 WIB

Suka Bermain Bola? Hati-hati Sering Menyundul Bola Bisa Sebabkan Demensia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Terlalu sering menyundul bola bisa sebabkan memar pada otak. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Gerakan menyundul bola memang sudah biasa dilakukan oleh pemain sepak bola. Apakah sering menyundul bola bisa menyebabkan demensia atau melemahnya daya ingatan.

Dikutip dari BBC, sebuah bola bisa memiliki berat hampir setengah kilogram, dan para ilmuwan mengatakan bahwa bola yang berbenturan dengan kepala pemain sepak bola bisa mencapai kecepatan 128 kilometer per jam.

Ketika bola berbenturan dengan kepala, otak, akan sedikit mengapung dan membentur dinding tengkorak bagian belakang, sehingga menyebabkan memar.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of British Columbia pada tahun 2018, menemukan bahwa meningkatnya kadar protein dalam darah akibat kerusakan sel saraf setelah menyundul bola.

Meski tidak menyebabkan kerusakan yang cukup serius, tetapi jika menyundul bola dilakukan secara terus-menerus tentu akan menyebabkan masalah.

Sebab hal ini telah terjadi pada mantan pemain klub West Brom, yaitu Jeff Astle yang telah meninggal pada usia 59 tahun. Astle didiagnosis mengalami demensia di usia dini.

Pemeriksaan ulang otaknya pada tahun 2014 menunjukkan bahwa ia meninggal karena penyakit ensefalopati traumatis kronis (CTE). CTE adalah suatu kondisi otak mengalami trauma akibat cedera dari benturan yang keras secara berulang-ulang, dan dapat menyebabkan kehilangan ingatan, depresi, dan demensia.

Petugas kesehatan yang menangani kasus ini pun mengatakan bahwa otak Astle telah rusak selama bertahun-tahun akibat menyundul bola kulit yang tebal.



Simak Video "Soal Kesehatan Mental, Jangan Diagnosis Diri Sendiri!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)