Jumat, 24 Jan 2020 10:08 WIB

Tak Semua Krim Pemutih Aman, Waspadai Kandungan 2 Bahan Berbahaya Ini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Hati-hati menggunakan krim pemutih. (Foto: dok. Thinkstock)
Jakarta -

Krim pemutih sering menjadi pilihan untuk mendapatkan kulit putih dalam jangka waktu yang cepat. Tapi, krim pemutih juga bisa jadi berbahaya tergantung kandungan di dalamnya. Aesthetic consultant dari Ekles Clinic, dr Eklendro Senduk D, AAAM, MKes menjelaskan beberapa bahan yang harus diperhatikan dalam memilih produk krim pemutih.

"Jadi krim pemutih itu bisa berbahaya juga, tergantung kandungan yang ada di dalamnya. Ada kandungan yang memang obat, tapi malah bisa jadi racun juga untuk tubuh kita," ujar dr Eklendro pada detikcom, Rabu (22/1/2020).

dr Eklendro menegaskan salah satu bahan yang harus diperhatikan adalah merkuri. Krim pemutih yang memiliki kandungan merkuri harus dijauhi. Merkuri atau logam ini tidak diperuntukan untuk kulit dan bisa berefek panjang jika sering digunakan.

"Memang hasilnya bisa bikin cepat putih dalam 3-7 hari. Tapi, efek jangka panjangnya itu yang berbahaya. Bisa saja makin banyak flek bahkan jerawat di seluruh wajah," jelasnya.

Ada juga beberapa kandungan lain yang jika tidak digunakan dengan cara dan dosis yang tepat bisa merusak kulit.

1. Kortikosteroid

Kandungan ini sering ditemui dalam krim-krim pemutih karena salah satu efeknya, yaitu bikin kulit terlihat lebih putih. Bahan ini sebenarnya adalah obat dasar yang sering digunakan pada kulit dan penyakit lainnya.

Tapi, jika digunakan dalam dosis dan waktu penggunaannya berlebih serta tidak dalam pengawasan dokter bisa merusak kulit. Itu bisa mengurangi elastisitas pada kulit. Akhirnya, akan muncul stretch mark yang bisa mengganggu penampilan.

"Dan fungsi sebenarnya dari kortikosteroid itu hanya untuk menenangkan kulit dari gangguan atau kelainan, bukan sebagai whitening (pemutih)," kata dr Eklendro.

2. Hydroquinon

Bahan satu ini sangat populer dikalangan bahan untuk memutihkan kulit dan masih masuk ke dalam kategori obat. Efeknya memang akan memutihkan kulit dan aman dipakai, tentunya dengan dosis dan aturan yang tepat.

Jika digunakan secara berlebihan atau tidak dalam pengawasan dokter, kandungan ini akan merangsang fungsi melanin yang berlebih. Muncul banyak flek di wajah atau hiperpigmentasi dan juga okronosis atau fleknya sudah menyebar ke seluruh area wajah.

"Jadi pemakaian hydroquinon ini disarankan tidak boleh kena sinar matahari secara langsung. Kalau sampai kena, obat itu akan merangsang tumbuhnya flek yang banyak tadi. Saya sih biasanya menganjurkan untuk digunakan saat malam hari, tentu dengan dosis dan cara penggunaan yang tepat," jelas.

Tak Semua Krim Pemutih Aman, Waspadai Kandungan 2 Bahan Berbahaya Ini


Simak Video "Waspada Kandungan 2 Bahan Berbahaya di Skincare"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)