Sabtu, 25 Jan 2020 14:26 WIB

Cukai Rokok Naik 23%, Konsumen Setop Merokok?

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Menurut data World Health Organization (WHO), Indonesia menjadi negara nomor satu dengan jumlah perokok paling tinggi di dunia. Perokok di Indonesia mencapai 76,2%, disusul Yordania dengan 70,2%.

Padahal, merokok merupakan faktor risiko terbesar penyebab penyakit tidak menular/katastropik seperti jantung. Dalam hal ini merokok dapat merusak lapisan arteri, dan dinding arteri menebal. Kemudian merokok mengakibatkan penumpukan lemak di dalam arteri serta plak yang menghambat aliran darah ke jantung. Kalau sudah begini, aliran oksigen menuju jantung akan terhambat dan menyebabkan penyakit jantung koroner.

Pada 2018 silam, BPJS Kesehatan bahkan mengeluarkan sebesar Rp 16,5 triliun untuk pembiayaan dari penanganan penyakit jantung tersebut.

Pemerintah lalu berupaya untuk mengurangi jumlah perokok dengan cara menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23%. Kenaikan cukai rokok ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau. Keputusan ini sudah berlaku sejak 1 Januari 2020 kemarin. Lantas, apakah kenaikan cukai rokok bisa membuat konsumen berhenti merokok?

Faktanya, kenaikan cukai rokok belum sepenuhnya mengurangi kebiasaan orang untuk merokok. Usaman salah satunya, driver ojek online ini mengaku kenaikan cukai rokok yang menyebabkan kenaikan harga rokok cukup membebaninya. Namun, ia belum berniat untuk mengurangi konsumsi
rokoknya.

"Sudah kepalang kecanduan saya," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Senada dengan Usman, Fajrin, seorang kasir salah satu minimarket pun mengatakan bahwa kenaikan harga rokok masih wajar. Menurutnya dia belum berniat untuk berhenti merokok. Kalaupun harga rokok kemahalan, mungkin dia akan mengganti rokok yang biasa dikonsumsinya.

"Ganti Samsu (Dji Sam Soe) kali yang murah," kata Fajrin.

Dari pernyataan kedua konsumen tersebut, sedikit membuktikan bahwa kenaikan harga rokok belum sepenuhnya dapat menghentikan kebiasan merokok. Sehingga potensi orang-orang yang terkena penyakit jantung masih sama besarnya sebelum cukai rokok naik.

Hal efektif yang bisa mengurangi risiko penyakit jantung adalah kesadaran diri sendiri untuk
melakukan pola hidup sehat. Seperti berhenti merokok, rajin berolahraga, hingga makan makanan serta minuman yang bergizi seimbang dan tinggi serat pangan larut.

Penyakit jantung tak hanya disebabkan oleh rokok. Salah satu faktor penyebab penyakit jantung yang lain yaitu kolesterol jahat (LDL). Kolesterol jahat bisa diderita oleh orang yang hobi makan makanan tinggi lemak, makanan kurang sehat, kurang beraktivitas fisik, hingga orang dengan kebiasaan merokok.

Sama seperti merokok, LDL yang terlalu tinggi akan menyumbat pembuluh darah yang akan menghambat aliran darah menuju jantung. Kolesterol tinggi bisa dialami oleh siapa pun termasuk kamu yang masih berusia muda.

Dari fakta ini, pertanyaan 'kapan harus mulai minum obat kolesterol?' terjawab sudah. Jangan sampai kita sampai harus mengkonsumsi obat penurun kolesterol. Kita harus melakukan pencegahan terhadap kolesterol tinggi sedini mungkin, dari mulai berolahraga dan makan makanan sehat dan tinggi serat pangan larut.

Kamu bisa bantu mengurangi LDL dengan rutin mengkonsumsi Nestle ACTICOR 2 kali sehari setelah makan. Nestle ACTICOR adalah minuman mengandung susu yang kaya akan serat pangan larut. Sebab, semakin tinggi asupan serat akan semakin membantu menurunkan kadar LDL.

ACTICOR mengandung serat pangan larut Beta Glucan dan Inulin, dan diperkaya dengan vitamin B1 dan B2, serta rendah lemak. Beta Glucan dan Inulin telah teruji secara klinis dapat membantu menurunkan kolesterol LDL sehingga baik untuk kesehatan jantung.

Ada 4 varian rasa yang bisa kamu coba, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Untuk hasil yang optimal, Nestle ACTICOR dianjurkan untuk dikonsumsi 2 kali sehari setelah makan dan bisa juga dikombinasikan dengan es batu atau diminum dalam kondisi dingin.

Dengan rutin minum Nestle ACTICOR, kadar lemak jahat (LDL) karena pola hidup tidak sehat dan juga merokok bisa berkurang. Pada akhirnya, kamu akan terhindar dari risiko penyakit jantung.

Yuk, minum Nestle ACTICOR setiap hari.

(prf/up)