Minggu, 26 Jan 2020 11:02 WIB

Fakta Ekshibisionisme, Perilaku Pamer Kelamin Seperti Pengemudi di Gatsu

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pengemudi pamer kelamin di Jaksel. (Foto: Screenshot video (dok.Istimewa))
Jakarta -

Viral video aksi seorang pengemudi pamer alat kelamin di pinggir Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dalam tayangan video tersebut, pelaku tiba-tiba menepikan mobilnya dan menghampiri seorang korban wanita yang sedang menunggu kendaraan.

"Tiba-tiba ada mobil minggir, kirain mau tanya alamat. Awalnya nggak ngeh, terus ada temen aku ngelihat kok tangannya naik-turun," ucap CA saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/1/2020).

Aksi ekshibionisme atau perilaku pamer kelamin merupakan perilaku penyimpangan seksual. Pelaku ekshibionisme mendapatkan kepuasan seksual dari reaksi orang yang kaget atau panik saat melihat ulahnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut fakta ekshibionisme yang perlu kamu tahu.

1. Termasuk gangguan jiwa?

Menurut para ahli, meski ekshibionisme adalah penyimpangan seksual yang dilatarbelakangi fantasi dan dorongan seksual yang kuat, pelaku belum bisa langsung disebut mengalami gangguan jiwa.

Psikolog mengatakan butuh pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah aksi yang dilakukan pelaku termasuk gangguan kejiwaan. Yang pasti, perilaku ini sangat tidak wajar dan meresahkan.

2. Pelaku merasa inferior

Salah satu pemicu ekshibionisme adalah pelaku merasa berkuasa terhadap lingkungannya atau 'berkuasa' sehingga tidak takut atau malu terhadap apa yang diperbuatnya.

"Akhirnya dia merasa seperti berkuasa, ketika ia mampu menakut-nakuti atau mendapatkan reaksi kaget dari orang lain ketika dia melakukan eksibisionisme tersebut," kata dr Andri, Psikiater dari RS Omni Alam Sutera, dr Andri, SpKJ, FAPM.

3. Korban yang panik dan kaget menjadi sumber kepuasan

Ekspresi kaget dan terkejut dari korban bisa menjadi sumber kepuasan tersendiri bagi para pelaku eksibisionis. Oleh karena itu dr Andri menyarankan untuk menghadapi pelaku setenang mungkin dan tidak heboh. Sebab pelaku akan merasa kecewa jika korban bersikap cuek.

"Jadi biasa saja sikapnya. Kalau kita biasa saja, malah membuat dia akan lebih tidak nyaman karena tujuannya tidak berhasil," kata dr Andri.

4. Perempuan juga bisa jadi pelaku

Seringkali memang pelaku eksibisionis adalah pria namun tidak menutup kemungkinan para wanita bisa melakukan hal yang sama. Seorang wanita pun bisa memamerkan tubuhnya dengan cara-cara yang mengganggu.

"Pertunjukan erotis yang dilakukan perempuan sehingga merangsang lawan jenisnya, itu termasuk eksibisionis. Itu eksibisionis komersil," kata psikiater Dadang Hawari.

Fakta Ekshibisionisme, Perilaku Pamer Kelamin Seperti Pengemudi di Gatsu


Simak Video "Penjelasan Ahli Soal Dugaan Ekshibisionisme Pelaku Pelempar Sperma"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)