Senin, 27 Jan 2020 16:10 WIB

Kata Ahli Infeksi Soal Penularan Virus Corona pada Masa Inkubasi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Airport personnel look at thermal scanners as they check on arriving passengers at Manilas international airport, Philippines, Thursday, Jan. 23, 2020. The government is closely monitoring arrival of passengers as a new coronavirus outbreak in Wuhan, China has infected hundreds and caused deaths in that area. (AP Photo/Aaron Favila) Pada masa inkubasi, virus corona tidak menimbulkan gejala. Bahkan bisa lolos pemindaian thermal scanner di bandara. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Gejala pertama yang timbul pada pasien yang terinfeksi virus corona umumnya terjadi dalam waktu 14 hari. Dalam istilah medis hal ini disebut inkubasi.

Ahli penyakit tropik infeksi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Adityo Susilo, SpPD-KPTI, mengatakan seseorang yang mengalami masa inkubasi akan mudah lolos dari pengecekan thermal scanner.

"Jadi pasiennya sehat-sehat saja, kalau pasiennya keluar dari bandara masih dalam fase inkubasi tidak menimbulkan gejala, tentu dia akan lolos thermal scanner karena kan dia nggak demam," kata dr Adityo kepada detikcom, Senin (27/1/2020).

Disinyalir virus corona tetap bisa menyebar, walaupun pasien masih dalam tahap inkubasi. Namun menurut Adityo kasus ini masih diteliti kebenarannya.

"Karena ini masih dipelajari terus, tapi memang beberapa ada infeksi virus yang diketahui iya, misalnya virus cacar. Virus cacar itu sebelum pasiennya demam, dua hari sebelum pasiennya demam itu dia sudah mulai menularkan," ucap Adityo.

"Tapi masalah virus coronanya seperi apa (menular dalam masa inkubasi) saya belum bisa bilang dengan pasti. Cuma memang dari laporan-laporan yang ada, disinyalir bisa seperti itu," lanjutnya.

Sebab data-data dari virus corona 2019-nCoV ini masih belum lengkap dan perlu diteliti lebih lanjut.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)