Senin, 27 Jan 2020 18:33 WIB

Kemenkes Kembali Tegaskan Belum Ada Virus Corona Masuk ke Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah warga ramai-ramai menggunakan masker di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Hal itu dilakukan untuk antisipasi virus corona. Pengunjung bandara Soekarno Hatta mengenakan masker untuk mencegah penularan virus corona (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengisolasi dua orang yang dicurigai mengalami gejala virus corona. Selain RSHS, beberapa waktu lalu RS Pusat Infeksi Sulianti Saroso juga memeriksa satu orang dengan kecurigaan yang sama.

Setelah melakukan pemeriksaan, baik RSHS dan RSPI Sulianti Saroso menyebut pasien negatif dan bukan suspek 2019-nCoV. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Anung Sugihantono menyebut ada sekitar 13 pasien, 11 di antaranya negatif, dan pemeriksaan masih dalam tahap People Under Observation, belum suspek.

"Sampai hari ini kami sudah melakukan pemeriksaan pada orang-orang dengan kategori people under observation dan semuanya negatif," tuturnya saat dijumpai di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Senin (27/1/2020).

Sesuai dengan mekanisme WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia, ada serangkaian tahap pemeriksaan laboratorium bagi pasien. Dijelaskan oleh dr Anung, people under observation adalah semua yang mempunyai gejala batuk, pilek, atau demam dan ditentukan oleh dokter.

Lalu jika pasien selama masa observasi tersebut ditemukan pernah melakukan perjalanan ke Wuhan atau ada kontak langsung dengan orang sakit di negara pandemi dalam waktu lama, maka baru disebut suspek. Apabila di tahap suspek ditemukan ada virus corona jenis apapun, status pasien menjadi probable.

"Kalau ketemunya nCoV maka disebut confirm. Sampai hari ini semuanya negatif," sebut dr Anung.

"Pemeriksaan laboratorium bukan selalu level penegakan diagnosa tetapi juga upaya respons terhadap hal semacam ini," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)