Selasa, 28 Jan 2020 05:51 WIB

Banyak Kerja Kantoran, Milenial Rentan Kena Skoliosis

Firdaus Anwar - detikHealth
Hand pointing on screen with X-rays of the spine. close up Skoliosis ditandai dengan tulang belakang yang bengkok atau melengkung (Foto: iStock)
Jakarta -

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang bengkok, biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja. Namun demikian bukan berarti mereka yang sudah dewasa bisa bebas dari ancaman skoliosis ini.

Ahli ortopedi pendiri Schroth Best Practice (SBP) dari Jerman, Dr Hans-Rudolf Weiss, MD, mengatakan generasi milenial terutama rentan mengalami skoliosis. Alasannya karena gaya hidup yang banyak duduk dan jarang berolahraga tak baik untuk tulang belakang.

Menurut Dr Weiss skoliosis yang muncul di usia dewasa hingga tua akan lebih berbahaya karena biasanya akan terasa lebih menyakitkan. Terapinya juga lebih sulit daripada anak-anak karena kondisi tulang yang lebih rapuh.

"Postur duduk yang buruk dan tidak aktif ini adalah dua hal yang harus diketahui untuk skoliosis," kata Weiss saat ditemui detikcom pada Senin (27/1/2020).

"Saya selalu bilang ke pasien saya, usai perang dunia semua orang kerja aktif di luar untuk membangun Jerman tidak ada yang duduk. Kini yang banyak adalah pekerjaan kantoran, semua orang duduk tidak ada yang kerja fisik," lanjutnya.

Weiss menyarankan milenial benar-benar mulai memperhatikan kesehatan tubuhnya. Hanya dengan menyelipkan kebiasaan berdiri, peregangan, hingga jalan-jalan sedikit di kantor sudah cukup baik mencegah risiko skoliosis di usia tua nanti.

"Kadang pasien datang tulangnya sudah sangat kaku kami tak bisa lagi pasang brace," kata Weiss.



Simak Video "5 Fakta Skoliosis, Kelainan Tulang yang Diidap Jessica Mila Sejak SMP"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)