Selasa, 28 Jan 2020 08:37 WIB

Jadi Andalan Menangkal Virus Corona, Begini Cara Kerja Thermal Scanner

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Wabah virus corona telah memakan 80 orang korban tewas. Indonesia mengantisipasi masuknya virus corona dengan pemeriksaan penumpang di sejumlah bandara. Petugas mendeteksi suhu tubuh dengan thermal gun scanner untuk mengantisipasi virus corona (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Umumnya setiap ada wabah penyakit yang mengancam orang banyak, pendeteksian dilakukan dengan menggunakan thermal scanner. Kementerian Kesehatan RI pun sudah menyiapkan alat deteksi ini di 135 pintu masuk negara, untuk pencegahan penularan virus corona 2019-nCoV asal Wuhan, China.

Apa saja yang dapat dideteksi dari thermal scanner ini?

Menurut ahli penyakit tropik dan infeksi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Adityo Susilo, SpPD-KPTI, thermal scane berfungsi sebagai pendeteksi suhu tubuh.

"Jadi prinsip thermal scanner itu adalah untuk mendeteksi orang-orang yang melewati scanner itu dan memiliki suhu tubuh di atas suhu tubuh yang normal. Demamnya karena apa itu nanti yang dicari lagi," kata Aditya kepada detikcom baru-baru ini.

Menurutnya seseorang bisa dikatakan demam apabila suhu tubuhnya melewati rata-rata suhu tubuh normal, yaitu 37,5 derajat celcius. Ketika suhu tubuh sudah naik, dan memiliki riwayat pergi ke China maka harus hati-hati.

Aditya pun menjelaskan bahwa thermal scanner tidak sepenuhnya efektif 100 persen untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona ini.

"Kalau misalnya ditanya apakah akan efektif 100 persen, tentu saya jawab nggak. Kenapa? Karena, orang demam penyebabnya bisa macam-macam sekali, tapi minimal dia akan ditahan di situ untuk dicek periksa kesehatannya," pungkasnya.

Diwawancara terpisah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I dr Anas Ma'ruf mengatakan thermal scanner, sesuai namanya, hanya dipergunakan untuk mendeteksi suhu saja. Namun pengecekan di bandara tidak sebatas thermal scan saja.

"Selain kita mengawasi suhu, kita mengawasi tanda dan gejala. jadi bukan penyakitnya yang terdeteksi tapi lebih ke pendeteksian suhu tubuh, belum spesifik," pungkas dr Anas.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)