Selasa, 28 Jan 2020 09:31 WIB

Sering Bikin Panik, Istilah 'Suspek' Virus Corona Artinya Apa?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pemerintah telah menunjuk 100 rumah sakit dalam upaya penanganan virus corona. Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, salah satunya. Suspek virus corona akan dirawat di ruang isolasi (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dalam jumpa pers menegaskan pasiennya bukan suspek infeksi virus corona. Dikatakan, pasien tersebut masih diobservasi dan belum bisa disebut suspek.

"Jadi hoax kalau dibilang suspek virus corona. Masih kami observasi karena dicurigai gejalanya (virus corona). Kami juga akan mengirimkan sampel dahak (tenggorokan dan hidung) ke Litbangkes untuk mengetahui positif atau tidaknya," kata Dirut RSHS Bandung, Nina Susana Dewi.

Bantahan senada juga disampaikan oleh Direktur medik dan keperawatan RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Dikatakan, pasien yang mereka isolasi 'bukan suspect nCoV' dan pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil negatif.

Jadi, apa sebenarnya makna sebutan suspek atau suspect dalam kaitannya dengan virus corona?

Ahli penyakit tropis dan infeksi, dari RS Metropolitan Medical Center, Jakarta Selatan, Dr dr Erni Juwita Nelwan, SpPD-KPTI, pasien yang masuk isolasi dan menjalani serangkaian pemeriksaan. Statusnya akan dinyatakan positif atau negatif setelah hasil pemeriksaan keluar.

"Itu cuma masalah bahasa saja. Jadi kalau dia menyatakan kalau ini dicurigai bukan berarti dia tidak suspek. Suspek itu kan artinya curiga, masalah bahasa yang digunakan saja tapi artinya sama, penanganannya juga sama," pungkas dr Erni.

Sedangkan menurut ahli penyakit tropis dan infeksi, dari Rumah Sakit Satya Negara, Jakarta Utara, dr. H. Iman Firmansyah, Sp.PD-KPTI, mengatakan terdapat perbedaan dalam penyebutan pasien yang disuspek dan dicurigai.

"Suspek itu kalau ada kontak. Kalau dia nggak jelas kontaknya, itu namanya kasus investigasi, tapi kalau misalnya ada kontak, ada riwayat dari Wuhan atau dari negara mana yang sudah come from, artinya ada kontak dengan pasiennya kan nah itu baru kita sebut suspek," kata dr Imam kepada detikcom, Senin (27/1/2020).

"Pokoknya kuncinya dikontak itu , ada riwayat kontak kalau ada riwayat kontak itu suspek, tapi kalau nggak berarti ya nggak," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)