Selasa, 28 Jan 2020 14:41 WIB

Wali Kota Wuhan Minta Maaf Akui Telat Informasikan Virus Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Man wearing a surgical mask with a biohazard logo close up. Wali Kota Wuhan mengaku aksinya lambat dalam menghadapi virus corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Wuhan jadi kota di China yang disebut-sebut sebagai tempat awal virus corona baru (2019-nCoV) menyebar. Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang, mengaku telat informasikan ancaman virus Corona sehingga akhirnya mewabah.

Dalam wawancara terbaru dengan China Central Television (CCTV), Zhou menyebut ada lebih dari 5 juta warga Wuhan yang bepergian sebelum kota dikarantina pada 22 Januari lalu. Ia menyebut aksinya yang lambat sebagian karena aturan harus menunggu izin dari pemerintah pusat di Beijing.

"Kami menutup kota untuk memutus penyebaran virus, tapi kemungkinan kami tetap akan meninggalkan rekaman buruk dalam sejarah," kata Zhou seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/1/2020).

"Selama bisa membantu menahan penyebaran virus, saya bersedia mundur dari jabatan sebagai permintaan maaf," lanjutnya.

Laporan terakhir menyebut sudah ada lebih dari 4.400 kasus virus corona terkonfirmasi dan 107 di antaranya meninggal dunia. Satu kasus di Vietnam dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan transmisi lokal.



Simak Video "Dugaan Lain Munculnya Virus Corona, Kebocoran Laboratorium Wuhan?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)