Rabu, 29 Jan 2020 16:17 WIB

Tak Seganas SARS dan MERS, Virus Corona nCoV Membunuh 4 Persen Pasien

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Wabah virus corona telah memakan 80 orang korban tewas. Indonesia mengantisipasi masuknya virus corona dengan pemeriksaan penumpang di sejumlah bandara. Petugas mendeteksi gejala virus corona dengan thermal scanner (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Wabah virus corona bukan terjadi saat ini saja. Penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang pernah mewabah sebelumnya juga disebabkan oleh virus corona.

Ketiga jenis virus itu pun diduga berasal dari hewan, seperti unta, kelelawar, musang, dan ular. Namun masing-masing jenis virus corona ini memiliki tingkat keganasan yang berbeda-beda.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Achmad Yurianto mengatakan virus corona 2019-nCoV yang merebak di Wuhan relatif lebih jinak dari SARS dan MERS.

"SARS angka kematiannya cukup tinggi, sekitar 30-an persen dari jumlah yang sakit. Kemudian MERS ini agak jahat dengan angka kematian di atas 40 persen. Novel corona datanya masih di bawah 4 persen," kata dr Yuri.

"Artinya dibandingkan dengan dua saudaranya yang lain ini termasuk agak jinak," lanjutnya.

Meski dikatakan korban jiwa yang terjadi lebih sedikit dibandingkan SARS dan MERS. Dikabarkan tingkat penularan virus corona 2019-nCoV ini cukup tinggi, bahkan bisa hanya melalui kontak mata seperti yang terjadi pada petugas kesehatan di China.

"Jumlah paparan makin sering terpapar, makin tinggi risikonya. Sedangkan petugas tiap hari main-main virus," pungkas dr Yuri.

Selengkapnya tentang virus corona nCoV bisa disimak dalam program Blak-blakan di video berikut:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Blak-blakan Kemenkes: Corona Lebih Jinak dari SARS & MERS"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)