Rabu, 29 Jan 2020 17:52 WIB

Rawat Pasien asal China, RSUP Dr Sardjito Pastikan Negatif Virus Corona

Usman Hadi - detikHealth
Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan. Foto: Usman Hadi/detikHealth
Sleman -

RSUP Dr Sardjito menerima pasien rujukan yang berasal dari Shanghai, China, yakni YB (3), Selasa (28/1) kemarin. Setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis RSUP Dr Sardjito menyimpulkan dugaan YB terjangkit virus corona tak terbukti.

"Disimpulkan bahwa ini (YB) tidak mengarah ke corona," jelas Kasubag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, kepada wartawan di Ruang Webiner Gedung Diklat lantai IV RSUP Dr Sardjito, Rabu (29/1/2020).

Banu tak bersedia menjelaskan secara detail sosok YB. Ia hanya menyebut YB berangkat dari China ke Yogyakarta untuk berwisata. Namun sesampainya di Kota Gudeg, kondisi kesehatan YB menurun lalu dilarikan ke salah satu RS di Yogyakarta.

Namun karena RS tempat YB dirawat bukanlah RS rujukan pasien yang diduga terjangkit virus corona, akhirnya yang bersangkutan dirujuk ke RSUP Dr Sardjito, Selasa (28/1/2020) sore.

"Jadi pasien itu masuk (RSUP Dr Sardjito), dia (YB) keluhan yang utamanya karena dia nggak mau makan, nggak mau minum," ungkapnya.

"Kan dia (YB) habis travel, perjalanan dari China itu kondisi tubuhnya panas, 38 derajat celcius. Kemudian kondisi panas itulah sehingga kita coba masukkan untuk dilakukan infus supaya tidak ada kekurangan cairan di tubuhnya," lanjutnya.

Kendati kondisi tubuh YB panas, lanjut Banu, saat dirujuk ke RSUP Dr Sardjito yang bersangkutan tidak disertai batuk pneumonia. Selanjutnya juga tak ditemukan gangguan pernapasan atas YB.

"Kalau sekarang kondisi pasien (YB) sudah bagus, dia tidak ada sesak napas, kemudian juga panasnya juga langsung turun, sekarang sudah 36,5 derajat celcius. Dia juga sudah tidak diinfus," tuturnya.

Pihak RSUP Dr Sardjito berencana memulangkan YB, Jumat (30/1) besok. Hal itu dilakukan karena kondisi YB kian membaik dan yang bersangkutan juga sudah bersedia makan-minum.

"Besok (YB dipulangkan), kalau nggak pagi ya sore," pungkas Banu.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(ush/up)