Kamis, 30 Jan 2020 05:26 WIB

Round Up

Foto Hoax 'Mayat Bergelimpangan' Disebut Korban Virus Corona yang Diazab

Firdaus Anwar - detikHealth
Hoax mayat bergelimpangan di China disebut karena virus corona. Foto hoax ini beredar di media sosial (Foto: Tangkapan layar Facebook)
Jakarta -

Di media sosial ramai dibagikan foto yang diklaim merupakan mayat korban virus corona baru (2019-nCoV) di kota Wuhan, China. Dalam foto tampak ada puluhan manusia yang terbaring di tengah jalan.

"Keterangan Foto Mayat mayat orang Cina bergelimpangan di jalan jalan kota Wuhan Cina foto di ambil dari Satelit *Azab Untuk China Komunis*," tulis salah satu pengguna Facebook yang turut membagikan foto.

Penelusuran detikcom dengan alat bantu verifikasi InVid menemukan faktanya foto tersebut bukan diambil di China. Pencarian gambar menemukan foto diambil di Frankfurt, Jerman, oleh seorang fotografer bernama Kai Pfaffenbach untuk Reuters.

Foto yang diambil pada tahun 2014 ini adalah sebuah pertunjukkan seni demi mengenang 528 korban kamp konsentrasi Nazi.

"Para tahanan kamp konsentrasi Katzbach, bagian dari bekas pabrik industri Adler, dipaksa berjalan sampai mati ke kamp konsentrasi Buchenwald dan Dachau pada 24 Maret 1945," tulis keterangan foto di situs Reuters.

Jadi bisa dipastikan informasi yang menyebut ini foto korban bergelimpangan karena virus corona di China tidak benar alias hoax.

Derasnya informasi di media sosial memang kerap melahirkan kabar keliru terkait wabah virus corona ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya oleh berbagai informasi dari sumber yang tidak jelas.

Kemenkes menyediakan nomor yang bisa dihubungi bila ingin mengetahui informasi terbaru virus corona di 021-5210411 dan 081212123119.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)