Kamis, 30 Jan 2020 13:24 WIB

Pakar Mikrobiologi Sebut Iklim Tropis Indonesia Bikin Virus Corona Inaktif

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Selalu ada berkah di balik musibah. Seperti mewabahnya, virus corona membuat permintaan masker meningkat. Hingga saat ini belum ada kasus positif virus corona 2019-nCoV di Indonesia (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Sampai saat ini Indonesia masih bersih dari infeksi virus corona 2019-nCoV. Sebagian orang mengatakan virus corona tidak akan tahan di lingkungan yang panas.

Diketahui menurut data dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) suhu rata-rata di Indonesia paling tinggi adalah 35-37 derajat celcius.

Ahli mikrobiologi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr R Fera Ibrahim, MSc, SpMK(K), PhD pun membenarkan bahwa virus akan mudah mati bila terkena panas.

Belum ada titik merah di wilayah Indonesia, yang artinya belum ada kasus positif virus corona.Belum ada titik merah di wilayah Indonesia, yang artinya belum ada kasus positif virus corona. Foto: tangkapan layar

"Pengaruh iklim tropis, karena sinar matahari itu membantu juga kita untuk inaktifkan virus," kata dr Fera, pada Kamis (30/1/2020).

Menurutnya dalam pengalaman wabah virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) terdahulu, masyarakat Indonesia juga tidak ada yang sampai terinfeksi.

"Berdasarkan yang sudah diteliti sinar matahari itu mampu meinaktifkan virus," ucap dr Fera.

"Jadi kalau virusnya yang terpercik (batuk atau bersin) itu terkena sinar matahari, dia bisa inaktif. Tidak akan menginfeksi manusia, tapi tetap pola hidup sehatnya harus bagus," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)