Kamis, 30 Jan 2020 16:34 WIB

Data Kemenkes: 13 Pasien 'Under Observation', 11 Negatif Virus Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
RSUD Pasar Minggu gelar sosialisasi pencegahan virus corona. Penyuluhan diberikan agar masyarakat siaga dalam menghadapi kemungkinan penyeberan penyakit itu. Sosialisasi Pencegahan Virus Corona di RSUD Pasar Minggu. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Data Kementerian Kesehatan pada 28 Januari 2020 menyebut sebanyak 13 orang masuk pada kategori People Under Observation, 11 orang di antaranya negatif novel coronavirus (2019-nCoV). People Under Observation merupakan semua orang yang memiliki gejala batuk pilek atau gejala seperti novel coronavirus, namun pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke wilayah penyebaran novel coronavirus maupun riwayat kontak dengan penderita novel coronavirus.

Meluasnya wabah novel coronavirus (nCoV) saat ini tidak hanya menyebar di Asia. Novel coronavirus ini sudah menyebar hingga Eropa, sampai Amerika. Meski begitu Kemenkes pastikan hingga saat ini belum ditemukan novel coronavirus di Indonesia.

Apakah penyebabnya karena situasi Indonesia begitu steril?

"Saya tidak mengatakan steril. Sekarang ada virus enggak di sini? Ada. Sekarang Anda semua sehat enggak? Ngakunya sehat kan sekarang?" jelas Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Anung Sugihantono saat ditemui di Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Kamis (30/1/2020).

"Jadi kalau ngomong soal penyakit kita ngomong tiga hal, host, environment dan agentnya. Nah agentnya nCoV, hostnya itu kita manusia, kemudian environmentnya," lanjutnya.

"Saya menanyakan Hubei sekarang musim apa? Oh dia musim dingin kita di musim panas. Mungkin itu hal yang ada pengaruhnya untuk Indonesia saat ini," terang dr Anung.

dr Anung kembali menjelaskan upaya yang telah dilakukan selama ini dalam mewaspadai penyebaran virus corona juga menjadi kemungkinan salah satu penyebab novel coronavirus belum masuk Indonesia.

"Jadi kalau ditanya mengapa Indonesia masih belum ada? Kita sudah mengupayakan yang tadi people under observation, dalam konteks suspect itu kita amati, sampai sekarang alhamdulillah tidak ada novel coronavirus," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)