Jumat, 31 Jan 2020 08:18 WIB

Waspadai Virus Corona, Tapi Jangan Lupakan TBC yang Angkanya Masih Tinggi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara siap menjadi rumah sakit rujukan penanganan pasien suspek corona. Dibanding virus corona, jumlah kasus tuberkulosis di Indonesia tidak kalah mengkhawatirkan (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Di tengah heboh virus corona, Indonesia juga masih bergelut melawan infeksi tuberkuloasis alias TBC. Jumlah pengidapnya tak kalah banyak.

Persoalan tuberkulosis (TBC) hingga saat ini masih menjadi persoalan di Indonesia, salah satu kasus TBC terbanyak berada di wilayah Provinsi Jawa Barat. Ridwan Kamil, Gubernur Jabar, juga menyampaikan hingga saat ini kasus TBC di Jabar mencapai 100 ribu.

TBC merupakan salah satu penyakit menular yang jika tidak diatasi dengan benar dapat berakibat fatal hingga kematian. Jumlah kasusnya pun tak sedikit, dan penularannya juga sangat mudah terjadi.

Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Anung Sugihantono bahkan membenarkan anggapan bahwa saat ini masyarakat Indonesia memang lebih mudah terkena tuberkulosis dibandingkan novel coronavirus (2019-nCoV).

"Ya bener sekarang kan penderita TBnya ada 845 ribu kira-kira per tahun. Jadi ya saat ini, ya itu," jelas dr Anung kepada detikcom saat ditemui di Lt 1 Ruang GERMAS, Kementerian Kesehatan RI, Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

Meski begitu, menurut dr Anung kita harus tetap waspada terhadap wabah novel coronavirus.

"Jadi ya kita nggak boleh mengendorkan kewaspadaan ya di dalam kerangka untuk pelayanan terhadap apapun yang terjadi dengan novel coronavirus ini," pungkasnya.



Simak Video "Tantangan Pengendalian TBC di Masa Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)