Jumat, 31 Jan 2020 15:33 WIB

Viral Masker Direbus untuk Dipakai Ulang di China, Berbahayakah?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Otoritas Filipina untuk pertama kalinya mengonfirmasi kasus virus corona di wilayahnya. Satu pasien yang berasal dari China kini tengah dikarantina di Filipina. Penggunaan masker untuk mencegah penularan virus corona. (Foto: AP/Aaron Favila)
Jakarta -

Sejumlah video menjadi viral di media sosial China yang menunjukkan masker yang direbus dengan tujuan agar bisa digunakan kembali. Kejadian ini disebut-sebut lantaran masker yang makin langka imbas wabah virus corona.

"Tidak mungkin menemukan masker di apotek sekarang. Mereka bilang virus bisa mati, jika direbus dalam air 65 derajat celsius dalam waktu 30 menit," kata Du, seorang warga dari Lanzhou, Gansu, dikutip dari Daily Star.

Menanggapi hal tersebut, ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP mengatakan bahwa merebus masker untuk digunakan kembali tidak disarankan. Hal ini disebabkan proses merebus tersebut bisa menyebabkan pori-pori masker memuai atau melebar, sehingga memungkinkan kuman atau virus masuk ke saluran pernapasan.

"Karena tidak sesuai standar, maka kemampuan dia menyaring kuman juga turun. Kalau porinya melebar kuman yang tadinya nggak lewat jadi lewat. Ya kayak kita jadi nggak pakai masker, sehingga masker kehilangan fungsinya," jelasnya melalui sambungan telepon kepada detikcom, Jumat (31/1/2020).

Menangkal virus dengan cara merebus biasa digunakan untuk alat-alat medis yang khusus dan bisa menahan panas yang bertujuan untuk mensterilkan. Dan juga pada alat-alat makan di rumah yang memang ingin disterilisasi.

Maka dari itu, masker yang tidak dibuat dari bahan tahan panas lebih baik tidak direbus apalagi sampai digunakan kembali. Dr Diah juga menyarankan untuk mengganti masker apabila sampai basah.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/kna)