Sabtu, 01 Feb 2020 08:36 WIB

Dokter Paru Tegaskan Penggunaan Masker Tak Boleh Lebih dari 6 Jam

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
masker virus corona Masker hanya satu kali pakai, tidak disimpan untuk esok hari. (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Jakarta -

Di China ramai video yang menunjukkan warganya ramai-ramai merebus masker agar bisa digunakan kembali. Pasalnya, masker di negara tersebut menjadi semakin langka pasca wabah virus corona.

Cara tersebut tidaklah disarankan untuk dilakukan oleh ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, karena bisa membuat pori-pori masker melebar dan membuatnya tidak berfungsi untuk menyaring kuman maupun virus. Lalu berapa lama kita harus mengganti masker, dan apakah ada cara bisa digunakan kembali?

Idealnya, menurut dr Diah, penggunaan masker maksimal 6 jam. Atau paling tidak, jika bentuknya masih utuh, tidak basah, dan kondisinya cukup baik, masih bisa untuk dipakai. Tapi ia memperingatkan untuk tidak menyimpan masker agar bisa digunakan keesokan harinya.

"Sekarang gini, kan dia nyaring kuman dari depan, terus dibesokin, terus dipegang," terangnya, melalui sambungan telepon pada detikcom, Jumat (31/1/2020).

dr Diah menyebutkan beda halnya dengan masker N95 yang ia gunakan di rumah sakit. Terkadang masker tersebut masih bisa dipakai kembali, dengan cara menaruhnya di tempat khusus, dibungkus dengan bungkusan yang berpori agar tidak lembab, digantung dan tidak menyenggol bagian depannya, lalu jika ingin menggunakan dipegang dari talinya bukan di depannya.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk mencuci tangan selepas menyentuh masker, misal saat melepaskannya. Hal ini bertujuan untuk menghindari virus atau kuman yang menempel tidak masuk ke dalam saluran pernapasan maupun pencernaan.

"Habis lepas masker cuci tangan. Kan dia nyaring di bagian depan, kan kita nyentuh bagian itu, terus kucek-kucek hidung, pegang makanan, virusnya malah jadi masuk," tandasnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/kna)