Sabtu, 01 Feb 2020 11:00 WIB

Terpopuler Sepekan: Iklim Tropis Bikin Indonesia 'Bebas' dari Virus Corona?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sosialisasi dan edukasi pencegahan virus corona dilakukan di Stasiun Gambir, Jumat, (31/1/2020). Berikut foto-fotonya. Beredar banyak informasi mengenai virus corona di Whatsapp. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Sepekan ini beredar banyak pesan di Whatsapp mengenai virus corona baru (2019-nCoV). Salah satu dari pesan tersebut menuliskan fakta terkait virus corona dan menyebut iklim tropis dan cuaca hangat lah yang membuat Indonesia masih terbebas dari penyebaran nCoV.

Sebab diketahui beberapa negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, bahkan Singapura telah resmi mengkonfirmasi adanya kasus positif virus corona jenis baru.

Menanggapinya, dr Achmad Yurianto, Sekretaris pada Sekretariat Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, menuturkan sampai saat ini belum ada penelitian yang mendukung pernyataan mengenai iklim tropis dan kaitannya dengan penyebaran virus corona.

"Susah untuk jawabnya, wong Singapura juga tropis kok," kata pria yang akrab disapa dr Yuri ini kepada detikcom.

Kendati demikian, karena sifat virus sama seperti benalu atau parasit yang tidak bisa hidup di dalam sel mati, virus akan mati dengan sendirinya jika berada di luar ruangan.

"Begitu dia keluar melalui percikan ludah maka mungkin tidak sampai 10 menit selnya akan mati begitu pula dengan virusnya. Apalagi kalau disertai dengan paparan sinar matahari dan sebagainya mungkin bisa lebih cepat lagi," jelasnya.

Pengawalan kesehatan yang ketat oleh otoritas kesehatan China dan juga di Indonesia menurutnya adalah satu dari beragam alasan virus corona nCoV belum menyebar ke RI. Selain itu, sejak dulu pemerintah pun telah berpengalaman menangani kasus outbreak seperti flu burung dan MERS-CoV.

"Bayangkan setiap tahun ada sekitar 1,3 juta orang yang pulang dari Saudi, baik selesai ibdadah Umroh atau Haji. Kewaspadaan kami sudah sepanjang tahun, sepanjang hari," pungkas dr Yuri.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)