Minggu, 02 Feb 2020 17:09 WIB

Terpopuler Sepekan: Virus Corona Tak Seganas SARS dan MERS

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Achmad Yurianto, Sekretaris di Setdiitjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Sesditjen P2P Kemenkes dr Achmad Yurianto. (Foto: Agus Dwi Nugroho / 20detik)
Jakarta -

Novel coronavirus (2019-nCoV) disebut tak seganas wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2002 - 2003 dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pada 2012. Hal ini disebabkan karena angka kematian akibat SARS dan MERS lebih tinggi sekitar 30-40 persen dari jumlah yang sakit.

"Kalau Corona (nCoV) ini data sementara masih di bawah 4 persen. Artinya dibanding dua saudaranya yang lain (SARS dan MERS), ini relatif jinak," kata dr Achmad Yurianto, Sekretaris pada Sekretariat Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan kepada Tim Blak-blakan detikcom beberapa waktu lalu.

Berdasarkan catatan detikcom, jumlah orang yang terinfeksi SARS mencapai 8.000 orang dengan sebaran di seluruh Cina dan Hongkong, 774 di antaranya meninggal dunia.

Pada kasus MERS yang pertama kali ditemukan mewabah di Arab Saudi, September 2012, diketahui menginfeksi 2.494 orang di 27 negara, dengan jumlah korban kematian mencapai 858 orang.

dr Yurianto menjelaskan, pasien yang meninggal karena novel coronavirus diketahui kebanyakan adalah penderita yang juga sebelumnya telah mengidap penyakit kronis, misalnya penyakit jantung. Ada juga yang mengidap sakit ginjal, bronchitis, diabetes, dan hipertensi.

"Artinya kondisi inilah yang memperburuk. Kalau kondisinya baik, fit sih gak ada masalah," kata dokter lulusan Universitas Airlangga yang pernah bertugas di lingkungan TNI-AD hingga berpangkat Brigadir Jenderal itu.

Khusus di Indonesia, menurut dr Yurianto, dari sejumlah pasien yang sebelumnya dicurigai terinfeksi novel coronavirus ternyata hasilnya negatif. Meski begitu, menurutnya bukan berarti situasi di Indonesia sudah aman.

Meski begitu, ia meminta segenap masyarakat untuk tidak khawatir, dan tidak percaya begitu saja pada informasi yang beredar sebelum ada konfirmasi lebih lanjut.

"Pokoknya jaga pola atau gaya hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan. Kalau batuk atau bersin gunakan masker, atau kalau ditutup dengan telapak tangan ya segera cuci tangan," katanya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)