Senin, 03 Feb 2020 05:29 WIB

Round Up

Di Tengah Wabah Virus Corona, China Hadapi Ancaman Flu Burung

Firdaus Anwar - detikHealth
This photo taken on February 12, 2017 shows an H7N9 bird flu patient being treated in a hospital in Wuhan, central Chinas Hubei province.
A number of provinces in China have stepped up efforts to prevent H7N9 avian flu following reports of scattered human cases of the virus, state media reported. / AFP / STR / China OUT        (Photo credit should read STR/AFP/Getty Images) Penanganan flu burung di China pada 2017 (Foto: STR/AFP/Getty Images)
Jakarta -

Belum selesai menghadapi wabah virus corona, China harus kembali berhadapan dengan ancaman virus flu burung. Kementerian Pertanian China pada Sabtu (1/2/2020) melaporkan kemunculan kasus H5N1 di kota Shayong, Provinsi Hunan.

Virus terdeteksi di peternakan dengan 7.850 ekor ayam. Dilaporkan sudah lebih dari setengah ayam mati namun belum ada kasus infeksi pada manusia.

"Otoritas setempat telah memusnahkan 17.828 ayam untuk merespons wabah ini," tulis Reuters dan dikutip pada Minggu (2/2/2020).

Provinsi Hunan terletak di sebelah selatan perbatasan Provinsi Hubei, lokasi dari wabah virus Corona. South China Morning Post (SCMP) menyebut hal ini akan semakin memberatkan tugas tenaga kesehatan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) virus flu burung H5N1 sangat berbahaya bagi manusia karena tingkat kematian yang tinggi. Namun demikian virus ini hanya menular lewat kontak langsung dengan hewan jarang terjadi transmisi penyakit antarmanusia.

Pada tahun 2002 wabah flu burung membuat dunia gempar karena penyebarannya yang begitu cepat bahkan sampai ke Indonesia. WHO mencatat dalam periode 2003-2009 ada 162 kasus flu burung di Indonesia dengan 134 di antaranya meninggal dunia.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)