Senin, 03 Feb 2020 14:15 WIB

Dievakuasi dari Wuhan, Warga di 3 Negara Ini Dikarantina di Barak Militer

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
evakuasi WNI dari Wuhan 3 negara yang evakuasi warganya dari Wuhan dan di karantina di barak militer. Foto: dok Kemlu RI
Jakarta -

Pemerintah akhirnya mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China. Suspek virus corona tersebut dikarantina di fasilitas militer di Kab Natuna, Kep Riau.

Selain Indonesia, ada beberapa negara yang juga melakukan hal yang sama. Itu dilakukan untuk mengantisipasi virus corona semakin menyebar luas.


1. Indonesia

Setelah dievakuasi pemerintah dari Wuhan, China, para WNI harus ditempatkan untuk dikarantina selama dua minggu. Mereka akan dikarantina di fasilitas militer Hanggar Lanud Raden Sadjad Kab Natuna, Kep Riau.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Natuna adalah tempat pangkalan militer yang memiliki fasilitas rumah sakit yang dikelola oleh tiga angkatan. Mereka akan diisolasi sementara, sampai dinyatakan aman untuk bertemu keluarga.

Menurut penuturannya, wilayah Natuna adalah tempat yang tepat untuk isolasi. Ini karena tempat itu jauh dari penduduk sekitar.

"Jarak dari hangar ke tempat penduduk kurang lebih mungkin antara lima sampai enam kilo. Sehingga itu memenuhi syarat untuk protokol kesehatan," katanya.

2. Amerika Serikat (AS)

Pemerintah AS juga mengambil langkah yang sama dengan Indonesia. Mereka mengevakuasi warga negaranya dari Wuhan, China dan akan dikarantina di Markas Cadangan Udara di Riverside, California.

Pusat pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyatakan, karantina ini dilakukan pada 195 orang yang dievakuasi pada Rabu lalu selama dua minggu. Ini dilakukan untuk memastikan mereka tidak terinfeksi virus corona yang membuat ribuan orang di China sakit hingga meninggal.

Sejak tiba di Riverside, mereka diambil sampel dari bagian tenggorokan dan hidung untuk diuji apakah ada virus corona serta dicek suhu tubuhnya. Mereka dikarantina sekaligus diisolasi sampai lewat dari masa inkubasi. Jika gejala tidak ditemukan, maka mereka bisa kembali ke keluarga masing-masing.

Dr Nancy Messonnier, direktur Pusat Imunisasi dan Penyakit Pernafasan Nasional mengatakan tidak semua yang di tes langsung menunjukkan hasil yang positif atau negatif secara akurat. Bisa saja hasilnya masih belum jelas karena terlalu dini mengeceknya.

Martin Cetron, direktur divisi migrasi dan karantina global CDC, mengatakan karantina ini dilakukan agar mendapat hasil yang jelas dan mencegah penularan ke keluarganya. Selain itu, dengan pengawasan yang ketat para suspek bisa menerima perawatan medis yang cepat, jika gejala virus corona muncul.

3. Inggris

Selain AS, Inggris juga mengevakuasi warganya dari Wuhan, China, ke Inggris pada Kamis lalu. Mereka akan dikarantina selama dua minggu, sampai melewati masa inkubasi.

Pemerintah Inggris mengatakan, mereka akan dikarantina di pangkalan militer, pangkalan Udara Brize Norton, London yang terletak di bagian barat laut Inggris.

Sebelumnya, proses evakuasi agak terhambat karena belum mendapat izin dari otoritas China. Tapi, selama dua minggu, para suspek virus corona ini akan mendapat seluruh perawatan medis yang dibutuhkan.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)