Senin, 03 Feb 2020 14:46 WIB

Menkominfo Sebut Ada 54 Hoax Virus Corona, Terbanyak Via Whatsapp

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi perempuan menggunakan ponsel Hoax seputar virus corona paling banyak menyebar via Whatsapp (Foto: iStock)
Jakarta -

Maraknya pemberitaan kasus virus corona baru saat ini rentan membuat hoax semakin menyebar. Sebagian masyarakat banyak yang keliru, dan sulit membedakan mana informasi yang benar.

Hal ini dibenarkan Kemenkominfo, karena menemukan 54 kasus hoax terkait virus corona baru (2019-nCoV). Menanggapi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun memberikan kategori masing-masing terhadap berita hoax dengan yang tidak.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menjelaskan virus corona dan hoax adalah dua jenis yang berbeda.

"Semuanya akan kita komunikasikan untuk memastikan informasi hoax atau tidak itu kita salurkan dengan benar. Tapi jangan dibelokan dari mengatasi masalah virus corona, novel coronavirus, dengan virus hoax. Ini dua virus yang berbeda ini, jangan campur aduk, jangan sampai kita ngatasi virus corona, kita membuat virus hoax, kacau," jelasnya saat ditemui di Gd Serbaguna Kemenkominfo, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, hingga saat ini penyebaran hoax paling banyak melalui sebaran broadcast via Whatsapp.

"Penyebaran yang paling besar itu kan melalui Whatsapp, diteruskan-diteruskan begitu, dan bisa menjangkau banyak masyarakat, dan dampaknya dari 54 (hoax) ini bisa jutaan orang yang mengikuti itu dan terpengaruh, mendapat informasi yang salah, informasi yang bohong, ini jangan sampe lah, merugikan kita itu tuh," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)