Selasa, 04 Feb 2020 05:50 WIB

Round Up

Kontroversi Semprotan Disinfektan Saat WNI dari China Tiba di Karantina

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, sudah tiba di Batam. Mereka lantas dipindahkan ke 3 pesawat TNI AU yang akan membawanya ke Natuna. WNI yang baru tiba dari China disemprot disinfektan (Foto: Kemlu RI)
Jakarta -

Ramai diperbincangkan oleh warganet tentang cara penyemprotan disinfeksi ke warga negara Indonesia (WNI), yang baru dipulangkan dari China. Namun sayangnya prosedur penyemprotan desinfeksi ini dijadikan bahan candaan.

"Saya memahami memang ada terjadi kontroversi terkait itu, tapi itu (penyemprotan desinfeksi) adalah bagian dari protokol WHO. Memang dilakukan untuk orang, alat angkut, dan barang," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugihantono.

Meski sudah tergambar jelas bahwa prosedur penyemprotan menggunakan cairan desinfektan untuk membunuh virus dan kuman yang menempel di pakaian atau barang para WNI, masih saja ada yang salah paham dan menganggap apa yang disemprotkan adalah bahan berbahaya.

Hal ini disebabkan, pada tabung yang digendong petugas berpakaian khusus warna kuning, terdapat tulisan yang berbunyi 'alkohol'. Namun itu bukanlah alkohol untuk membuat orang mabuk.

"Itu ngawur, itu bukan 'alkohol' itu yang ada tulisannya alkohol. Mana ada disemprot alkohol yang bikin mabuk? Itu pakai disinfektan," kata Sekretaris Setditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto, kepada wartawan.

Sementara itu, ahli penyakit tropis dan infeksi, dari RS Metropolitan Medical Center, Jakarta Selatan, Dr dr Erni Juwita Nelwan, SpPD-KPTI, mengatakan prosedur penyemprotan desinfeksi yang dilakukan di lapangan terbuka, dirasa kurang efektif. Sebab cairan desinfektan tak akan mengenai seluruh permukaan pakaian para WNI yang baru saja dipulangkan dari China.

"Kalau untuk sisi tujuannya untuk melakukan desinfeksi saya rasa ada tempatnya ya, hanya saja kurang tepat cara pelaksanaannya, sebaiknya disediakan ruangan ya sehingga proses pengerjaannya itu bisa lebih sesuai tidak saat turun pesawat lalu disemprotkan begitu," jelasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)