Selasa, 04 Feb 2020 09:08 WIB

Round Up

Tak Cuma di Pernapasan, Virus Corona Kini Ditemukan Juga di Feses

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Wabah virus Corona dari China memang cukup membuat warga di seluruh penjuru dunia harus bersiap siaga. Pasalnya, hingga kini ratusan korban jiwa telah menjadi korbannya. Wabah virus corona di China makin meluas (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Semenjak muncul akhir Desember 2019 lalu, wabah virus corona semakin menyebar. Tidak hanya pada saluran pernapasan, untuk pertama kalinya 2019-nCov ditemukan di dalam feses pria berusia 35 tahun, yang dirawat di Pusat Medis Regional Providence Everett di Washington.

Sebelumnya, hal ini ternyata sudah diteliti oleh para ilmuwan. Mereka memperkirakan, virus corona sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang dapat ditemukan di usus atau saluran pencernaan.

"Virus SARS dan corona sama-sama mengikat reseptor protein dalam tubuh. Itu terjadi dikeluarkan melalui paru-paru dan usus. Itu sebabnya kedua organ itu bisa menyebarkan virus tersebut," kata Fang Li, seorang profesor ilmu kedokteran hewan dan biomedis di Universitas Minnesota yang dikutip dari Bloomberg.

John Nicholls profesor patologi klinis di Universitas Hong Kong memperkirakan penyebaran virus corona melalui feses ini disebabkan oleh toilet di China, yang umumnya tidak memiliki penutup.

"Selain itu, bisa juga menular dari kebiasaan tidak mencuci tangan dengan air dan sabun setelah keluar dari kamar mandi," kata Nicholls.

Menanggapi hal ini, wakil direktur jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Zi Jian Feng mengungkapkan ada beberapa kasus virus corona yang tidak menampakan gejala khas. Gejalanya seperti demam, batuk, dan pneumonia.

"Fokus awal untuk mendeteksi pasien virus ini dengan demam dan pneumonia. Tapi, kami sekarang mengerti, bahwa ada beberapa pasien yang mungkin mengalami gejala (virus) gastrointestinal hingga diare," jelasnya.

Scott Lindquist, ahli epidemiologi negara untuk penyakit menular di Departemen Kesehatan Washington mengatakan, hal ini menjadi penemuan baru yang sangat menarik dan menambah pengetahuan tentang virus corona.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)