Rabu, 05 Feb 2020 08:30 WIB

Virus Corona Menular Sangat Cepat, Dokter Paru Bandingkan dengan Flu Burung

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah unggas di Kota Tegal terkena flu burung, Kamis (17/10/2019). Dokter paru bandingka virus corona dengan flu burung. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Jakarta -

Jumlah kasus virus corona 2019-nCoV hingga Selasa (4/2/2020) kemarin mencapai sekitar 20.589 dan korban yang meninggal mencapai 426 orang. Hal ini membuktikan bahwa virus corona mudah dan cepat sekali menular.

"Di 27 Januari 2020, angkanya masih 2.000 kasus dan sekarang sudah 20.000. Itu membuktikan penyebarannya yang begitu cepat, hanya dalam waktu sekitar seminggu dia sudah meningkat tajam," kata ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, pada Selasa (4/2/2020).

Meski begitu, dr Diah mengatakan apabila dihitung menggunakan statistik, infeksi dari virus corona ini memiliki angka kematian yang kecil, yakni hanya sekitar 2 persen.

Hal ini berbanding terbalik dengan kasus flu burung. Menurutnya meski kasus penularan flu burung terbilang sedikit, namun angka kematiannya besar.

"Flu burung itu yang sakit nggak banyak, tapi setiap yang sakit 80 persen (meninggal). Jadi 1:3 gitu, 3 pasien meninggal, 1 nggak. Jadi 80 persen kemungkinan meninggal," ucap dr Diah.

dr Diah juga menjelaskan bahwa daya tahan tubuh seseorang sangat menentukan risiko infeksi virus corona. Sebab umumnya korban yang meninggal akibat virus ini terjadi pada orang yang sudah tua atau pun memiliki penyakit penyerta lainnya.

"Kalau dibandingkan lagi dengan kasus flu burung dia tidak memandang umur yang meninggal, dari umur kecil sampai tua dia berisiko," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)