Rabu, 05 Feb 2020 09:05 WIB

Dialami WNI di Singapura, Bagaimana Virus Corona Menular Antarmanusia?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
WUHAN, CHINA - JANUARY 31:  (CHINA OUT) A man wears a protective mask as he ride a bicycle across the Yangtze River Bridge on January 31, 2020 in Wuhan, China.  World Health Organization (WHO) Director-General Tedros Adhanom Ghebreyesus said on January 30 that the novel coronavirus outbreak has become a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).  (Photo by Stringer/Getty Images) Bagaimana ncov menular antarmanusia? (Foto: Getty ImagesI
Jakarta -

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga dilaporkan menjadi orang ke-21 yang positif virus Corona 2019-nCoV di Singapura. Dia disebut terkena virus itu setelah sang majikan dinyatakan mengidap virus yang sama pada Senin kemarin.

Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Singapura, perempuan WNI berusia 44 tahun itu bekerja di rumah sang majikan yang merupakan seorang wanita berusia 28 tahun di di Jalan Bukit Merah. Majikan tersebut belum pernah bepergian ke China.

Bagaimana nCov bisa menular antarmanusia?

Mengutip dari CDC, banyak yang tidak mengetahui bagaimana 2019-nCoV, virus corona baru, menyebar. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang secara umum terdapat di banyak spesies hewan yaitu, unta, sapi, kucing, dan kelelawar. Coronavirus hewan dapat menginfeksi orang dan kemudian menyebar antarmanusia seperti dengan MERS, SARS, dan sekarang dengan 2019-nCoV.

Penyebaran 2019 nCoV antarmanusia bisa terjadi dengan jarak paling dekat sekitar 6 kaki atau 1,82 meter. Penyebarannya disebut melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan saat orang batuk atau bersin, hal ini mirip dengan bagaimana influenza dan patogen pernapasan lainnya menyebar.

Tetesan ini dapat menyebar ke mulut atau hidung orang yang berada di dekat seseorang dengan positif nCoV, dan memiliki kemungkinan terhirup ke dalam paru-paru.

Meski begitu hingga saat ini belum diketahui secara jelas apakah penyebaran virus ini bisa juga diakibatkan dengan menyentuh mulut, hidung, atau mata yang pasien nCoV.

Biasanya, sebagian besar virus lebih mudah menyerang seseorang yang memiliki imunitas rendah, atau sedang tidak sehat.

Namun laporan lain menyebut penyebaran nCoV juga terjadi tanpa menimbulkan gejala.

Penting untuk diketahui seberapa mudah virus menyebar antarmanusia ini cukup bervariasi. Masih banyak faktor yang perlu diteliti lebih lanjut, baik itu tingkat keparahan dan hal-hal lain terkait dengan virus corona baru yang saat ini masih diinvestigasi.



Simak Video "Peneliti Rilis Gambar Paru-paru Pasien Terinfeksi Virus Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)