Rabu, 05 Feb 2020 10:52 WIB

Jadi 'Whistle Blower' Virus Corona di China, Dokter Ini Sekarang Terinfeksi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
RS Margono Soekarjo Purwokerto mengantisipasi penyebaran virus Corona di wilayah Banyumas. Mereka menggelar simulasi penanganan pasien infeksi virus corona. Ilustrasi dokter tangani pasien corona. (Foto: Arbi Anugrah)
Jakarta -

Pada 30 Desember 2019 lalu, Li Wenliang, dokter dari Wuhan pertama kali mendiagnosis tujuh pasien yang ia sebut mengidap penyakit yang mirip seperti SARS, dan langsung dikarantina di rumah sakitnya.

Mengutip CNN, Li menjelaskan kalau hasil tes pada pasien tersebut menunjukkan positif virus corona, keluarga besar virus yang mencakup sebagian sindrom pernafasan akut yang parah atau disebut SARS.

Li pun menyebarkan pesan kepada setiap orang untuk waspada atas penyebaran virus corona baru ini. Namun aksinya tersebut sempat dituduh oleh polisi Wuhan sebagai penyebaran rumor.

Kini dr Li dikabarkan ikut terinfeksi virus corona baru. Ia mengalami gejala batuk-batuk setelah merawat pasien dengan glaukoma di 10 Januari kemarin, Li akhirnya didiagnosis dengan 2019-nCoV pada (1/2/2020).

Pada titik ini, pemerintah daerah Wuhan juga telah banyak menerima kritik karena dinilai salah dalam menangani wabah, demikian tulis situs nextshark.

"Untuk pengungkapan yang terlambat, saya berharap semua orang dapat memahami bahwa ini adalah penyakit menular, dan informasi yang relevan memiliki saluran khusus untuk diungkapkan sesuai dengan hukum," Walikota Zhou Xianwang, yang menawarkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya, mengatakan kepada CCTV.



Simak Video "Kemenkes Pastikan Alat Pendeteksi Virus Corona Miliknya Sudah Canggih"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)